Pengikut

Senin, 13 Mei 2019

Review Novel TeenLit my friends, my dreams

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat datang di Augina Putri's Blog. Lama tak jumpa, maafkan penulis yang sibuk dengan kerjaan freelance, jadi nggak sempat update blog. :( Kali ini aku akan mereview novel teenlit yang berjudul my friends, my dreams.

Novel teenlit my friends, my dreams ini ditulis oleh Ken Terate, penulis teenlit favoritku, pada tahun 2005 dan diterbitkan oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Novel yang kupunya ini cetakan ketiganya. Aku membeli novel ini di sarang buku bekas, Plaza Festival, saat itu aku menginap di apartemen kakakku yang tidak jauh dari Plaza Festival. Berikut foto novelnya:
Bonus foto kucingku Jovi. :) 

Novel teenlit my friends, my dreams ini menceritakan tentang tiga anak perempuan yang baru masuk SMA kelas 1 dan menjalani masa sekolahnya dengan penuh obsesi. Tiga anak perempuan itu bernama Marcella, Joy, dan Wening. Mereka dipersatukan oleh keterlambatan dan hukuman karena melanggar aturan saat hari pertama masa orientasi sekolah mereka. Marcella seorang anak Jakarta yang gaul dan cantik, tiba-tiba pindah ke Jogja bersama keluarganya karena pekerjaan ayahnya. Joy seorang cewek asal Bandung yang melarikan diri dari orangtuanya yang hendak bercerai dan memilih Jogja sebagai tempat pelariannya. Wening seorang cewek asal Gunung Kidul (masih Jogja tapi jauh dari kota) yang ingin turun gunung, sekolah di kota, ingin populer (karena dia cewek kuper, rendah diri, dan penyakitan). Mereka bertiga mulai bersahabat dan memiliki obsesi masing-masing, seperti Marcella yang ingin membuat band sekolah, Joy yang ingin punya pacar dan dapat ciuman pertamanya sebelum ulang tahunnya, dan Wening yang ingin menjadi populer. Mereka saling membantu untuk mencapai impian/obsesi mereka. Mereka juga melakukan hal-hal yang dilakukan ABG lainnya seperti pajamas party, mengecat kuku, dan ikut klub di sekolah. Mereka juga menghadapi permasalahan seperti saat Wening kumat asmanya saat di lapangan basket dan ketahuan bohong, Marcella membuat rambut Wening menjadi aneh serta membuat rambut Joy dicat warna-warni hingga Joy masuk ruang BK, juga cowok yang ditaksir Joy malah naksir Marcella.

Oh iya, novel teenlit my friends, my dreams ini mengingatkanku akan masa SMA ku yang aku juga punya obsesi yaitu punya pacar di tahun pertama SMA dan mengikuti klub di sekolah yang banyak dan sesuai minatku. Tercapai juga sih itu obsesiku karena aku berhasil punya pacar selama 5 bulan di tahun pertamaku saat SMA, dan aku mengikuti 3 klub sekaligus di sekolah hingga membuatku sibuk dan tubuhku remuk. Wkwkwk.

Menurutku, novel ini cocok dibaca untuk usia remaja yang baru SMA, karena gaya bahasanya gaul tapi enak dibaca dan nggak monoton, konfliknya juga bermacam-macam dan sesuai dengan masa SMA. Dalam novel ini juga terdapat tips dan kata-kata yang menarik sebagai berikut:
1. Tips Diet
- Diet bukan berarti melaparkan diri.
- Makan pagi yang cukup.
- Hindari makanan tinggi gula dan lemak seperti es krim dan cokelat, daging, ayam. Ganti dengan tempe, sayur, buah, sesekali makan ikan.
- Tidak ada makan setelah pukul 18.00.
- Olahraga hukumnya wajib.
- Jauhi cemilan, apalagi yang berminyak. Boleh makan snack di antara waktu makan tapi yang bergizi dan bukan junk food. Buah bisa menjadi alternatif.
- Jangan percaya obat pelangsing.
- Pastikan kamu berniat melakukannya.
(Terate, Ken. 2005: hlm. 124-125)

2. "Ya, bisa aja sih kita pacaran dengan cowok yang nggak kita suka. Tapi apa indahnya sih? Kalo dicintai rasanya terbang ke langit ketujuh, mencintai rasanya seperti mendarat di surga, jauh...jauh lebih menyenangkan." (Marcella) (Terate, Ken. 2005: hlm. 222)

(Aku setuju yang ini, karena aku ga pernah pacaran dengan orang yang nggak aku suka).

3. "Kau akan menghargai apa yang kaupunya bila kau pernah kehilangan." (Joy) (Terate, Ken. 2005: 229)

Aku rekomendasikan novel ini untuk kalian yang suka genre school life, slice of life.
Sekian postingan kali ini, sampai bertemu di postingan selanjutnya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Sabtu, 27 April 2019

Review Buku SMALL THINGS THAT MATTER

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 
Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mereview buku yang berjudul SMALL THINGS THAT MATTER.

Buku SMALL THINGS THAT MATTER ini ditulis oleh Ria Musiawan dan Sirikit Kumaat dan diterbitkan oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2014. Buku ini kubeli dari book online shop langgananku di Instagram, @writingprojects. Harga asli buku ini sebenarnya 71.000 rupiah, namun karena kubeli sepaket isi 5 buku dengan harga 100.000 rupiah, buku ini menjadi diskon lebih dari 50%. :) Berikut foto bukunya:

Buku ini menarik sekali buatku karena membahas tentang hal-hal kecil yang perlu diperhatikan dalam pergaulan sesama manusia di dunia ini, dilengkapi dengan ilustrasi yang lucu dan berwarna-warni sehingga tidak bosan membaca bukunya. Dalam buku ini terdapat 7 bab, yaitu:
- Bab 1. Tata krama: Dari A Hingga Z
- Bab 2. Keseharian yang positif
- Bab 3. Di Luar Rumah
- Bab 4. Kehidupan Kantor, Organisasi, dan Masyarakat
- Bab 5. Etika Berkomunikasi
- Bab 6. Dalam Perjamuan
- Bab 7. Hal Kecil Tapi Perlu

Oh iya, dalam kehidupan ini, tidak terkecuali antara dosen dan mahasiswa di dalam kelas atau bahkan antar anggota keluarga dalam acara keluarga, terkadang ada yang masih tidak tahu etika seperti mengomentari seseorang di depan orang banyak. Menurut Musiawan dan Kumaat (2014, hlm. 9) bahwa "Mengomentari seseorang di depan umum bisa mengakibatkan orang tersebut merasa tidak nyaman, risi, salah tingkah, atau justru marah dan sakit hati." Aku pernah mengalaminya, ketika aku mengomentari dosenku secara sembunyi-sembunyi di kuesioner evaluasi dosen dan pengajarannya (segala komentar dan hasil evaluasi langsung ke dosen yang bersangkutan), dosenku yang mungkin tahu itu komentar dariku, berikutnya menyindir dan mengomentariku di dalam kelas saat kuliah, di hadapan mahasiswa yang lain. Sungguh tidak beretika. *eh curcol. Aku juga pernah begitu saat dalam acara keluarga dan ibuku bilang bahwa aku tidak bangun pagi, tanteku berkomentar dan memberi segala macam nasehat serta kritik, di depan tante dan om-omku yang lain, lebih tidak beretika lagi. *eh curcol. Apalagi keduanya sudah memiliki gelar doktor (S3). 

Lalu yang penting lagi dalam buku ini adalah tentang datang tepat waktu. Menurut Musiawan dan Kumaat (2014, hlm. 13) bahwa "Datang tepat waktu, untuk menunjukkan kita menghargai waktu yang diberikan kepada kita." Oh iya masih nyambung dengan paragraf di atas, jadi isi dari komentarku untuk dosenku itu adalah tentang selama dari awal perkuliahan aku semester 1 tingkat 1 hingga akhir mata kuliah dengan beliau di semester 5 tingkat 3, beliau tidak pernah sekalipun datang tepat waktu, dan selalu memakai kelas lebih dari waktunya sehingga membuat kelas lain terkorupsi waktunya. Aku juga dulu waktu dapat kuliah sore dengan beliau begitu sampai rumah selalu kena marah ibuku karena pulang malam (kuliah harusnya selesai jam 5, beliau selesai mengajar jam 6 maghrib, jadi aku sampai rumah sudah jam 7 malam karena jarak dari kampus ke rumah 1 jam naik angkutan umum). *eh curcol lagi. 

Jadi, berdasarkan buku ini dan pengalamanku di atas, aku sangat merekomendasikan buku ini untuk orang-orang yang ingin memperbaiki hidupnya menjadi lebih baik lagi di kehidupan bermasyarakat. 

Sekian postingan kali ini, sampai bertemu di postingan selanjutnya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Minggu, 21 April 2019

Review Buku Sejuta Inspirasi untuk Manusia

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mereview sebuah buku yang berjudul Sejuta Inspirasi untuk Manusia.

Buku Sejuta Inspirasi untuk Manusia ini ditulis oleh Fathul Hadidi pada tahun 2015 dan diterbitkan oleh Penerbit PT Elex Media Komputindo. Oh iya, aku membeli buku ini dari toko buku online langgananku di Instagram, @writingprojects, paket buku 5 buku seharga 100K, jadi 1 buku seharga 20K, padahal harga asli buku ini 28K. Berikut foto bukunya:

Buku ini bergenre Self Improvement. Buku ini mengulas tentang berbagai permasalahan dan sifat manusia yang dialami di dunia ini, serta memberikan solusi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut serta mengubah sifat buruk manusia menjadi sifat baik. Buku ini memberikan inspirasi untuk manusia yang membacanya agar menjadi sosok yang lebih baik dan lebih bermanfaat di kehidupan ini, tentunya tidak terlepas dari peran manusia sebagai hamba Tuhan yang selalu beribadah kepada-Nya.

Menurut Hadidi (2015, hlm. 69) bahwa "Rajin membaca merupakan kunci awal menuju kesuksesan." Aku juga setuju dengan penulis tentang ini. Lebih lanjut, penulis mengungkapkan bahwa manusia memerlukan nutrisi yang baik dan lengkap agar kerja otak menjadi maksimal. Dengan rajin membaca, manusia akan mengisi memorinya dengan hal positif (membaca merupakan kebiasaan baik), hidupnya akan penuh ketenangan dan kebahagiaan. Dalam buku ini juga terdapat obat hati untuk menjaga hati agar jiwa tetap terkontrol, yaitu membaca Alquran dan maknanya, mendirikan salat malam, berkumpul dengan orang saleh, memperbanyak puasa, dan memperpanjang zikir pada malam hari.

Yang menarik bagiku tentang buku ini adalah buku ini benar-benar memberikan solusi tentang permasalahan dunia yang sering dialami oleh manusia, termasuk aku juga. Buku ini mampu mengubah pemikiranku tentang beberapa hal dan membuatku menjadi lebih baik. Kelebihan buku ini menurutku dari kemasannya, buku ini ringan dan mudah dibawa ke mana-mana, terus kertas yang digunakan juga yang tipis, sehingga tidak membuat buku berat, lalu yang kusuka adalah meskipun bab dalam buku ini banyak, namun isi setiap babnya sangat ringkas, padat, dan jelas, hanya sekitar 2 halaman perbabnya. Membaca buku ini menjadi cepat paham dan cepat selesai membacanya.

Aku merekomendasikan buku ini kepada orang-orang yang sedang membutuhkan solusi dalam permasalahan hidupnya di dunia ini.

Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kamis, 18 April 2019

Review buku WHAT IS "SUCCESS?"

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mereview buku yang berjudul WHAT IS "SUCCESS?".

Buku WHAT IS "SUCCESS?" ini ditulis oleh Relcky Saragih, seorang motivator dari Medan, beliau menulis buku ini pada tahun 2015 dan diterbitkan oleh Penerbit PT. Grasindo. Buku ini kubeli dari toko buku online langgananku di Instagram, di @writingprojects, karena paket bukunya 5 buku Rp 100.000,- kira-kira harga per buku menjadi Rp 20.000,- (padahal buku ini harga aslinya Rp 41.000,-). Berikut foto bukunya:

Menurut Saragih (2015: hlm. 17) bahwa "Konsep 3 Pilar Emas Kesuksesan adalah sebuah pola kunci kesuksesan yang saya bentuk untuk membantu kita mengubah paradigma (cara pandang)/ mindset kita. Agar kita dapat mensinergikan diri kepada 3 aspek utama yang membentuk diri kita di dunia ini, yaitu Keluarga- Lingkungan - dan Tuhan kita." Kita mengubah cara berpikir/pola pikir kita dan melibatkan keluarga, lingkungan, serta Tuhan dalam menuju kesuksesan ini, agar menjadi bahagia, bersyukur, dan sejahtera sehingga bisa mencapai kesuksesan.

Yang menariknya dalam buku ini adalah untuk menjadi sukses, pertama-tama kita harus mengenali diri kita, mulai dari menemukan passion, berpikir kreatif, mengetahui kelemahan diri dan berusaha untuk menjadi pribadi yang konsisten, serta mengetahui faktor pendukung kesuksesan dan penghambat dalam berkarier.  

Aku pribadi menyukai buku ini karena banyak ilustrasi yang lucu, serta pemilihan kata yang sesuai sehingga buku ini mudah dipahami, juga banyak tips-tips menarik untuk menjadikan hidup lebih sukses. Kekurangan buku ini adalah ya kurang berwarna-warni, sih, soalnya tulisan serba hitam, hanya beda font/jenis tulisan/tebal tipis saja.

Tips menarik menurutku dalam buku ini adalah Tips Manjur Menemukan Passion (Saragih, 2015: 27) :
a. Flashback Momen Lupa Waktu
    Penulis mengungkapkan bahwa hal yang membuat kamu sampai lupa waktu adalah salah satu passion kamu.

b. Kenali Diri Lebih Dalam
    Penulis mengungkapkan bahwa untuk mengenali diri lebih dalam bisa menggunakan 9 Pertanyaan yang ada di buku ini (mengetahui kelemahan dan kelebihan, apa yang menciptakan kelemahan di dalam diri, dampak buruk kelemahan bagi orang lain, apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan kelemahan, kelebihan yang menonjol, manfaat yang didapatkan orang lain, cara mengembangkan kelebihan).

c. Temukan Rasa Kenyamanan dan Kebahagiaan
    Penulis mengungkapkan bahwa selain membuat lupa waktu, temukan juga momen yang membuat Anda merasa nyaman dan bahagia.

d. Ingat Aktivitas Yang Sering Membayang-Bayangi Anda
    Penulis mengungkapkan bahwa ketika kita sedang mengerjakan sesuatu, pikiran kita dibayang-bayangi oleh aktivitas lain yang membuat kita merasa ingin segera melakukannya.

e. Tanya Orang Terdekat
    Penulis mengungkapkan bahwa kita perlu bertanya kepada pasangan, anak, orangtua, sahabat, tentang menurut mereka, kita orang seperti apa dan mempunyai bakat apa.

Sekian postingan kali ini, sampai bertemu di postingan selanjutnya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sabtu, 13 April 2019

Review buku SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mereview buku terjemahan yang berjudul "THE SUBTLE ART OF NOT GIVING A F*CK" yang dalam bahasa Indonesia nya berjudul "SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT".

Pertama kali aku melihat buku ini waktu aku sedang magang sebagai Arabic Typist (entry data bahasa Arab) pada tahun 2018, kulihat teman kantorku yang bernama Tara (Japanese typist, bagian entry data juga sama denganku tapi bahasa Jepang) sedang membaca buku ini, kutanya "itu bukunya bagus, kah? isinya tentang apa?" dan dia menjawab "aku ga tau, ini juga baru baca, aku pinjam dari Iqbal (teman kantor kami yang di bagian programmer),". Oke, lain kali akan kubeli buku itu kalau ada uang. 

Setelah aku resign dari tempatku magang dan kembali ke Bandung untuk persiapan tes S2, saat aku sedang santai dan membuka instagram, aku menemukan buku ini di book online shop langgananku, @writingprojects, bersama dengan 4 buku lainnya. Karena paket, jadi 5 buku seharga 100.000 (kira2 1 buku 20.000, mungkin lebih murah daripada harga aslinya). Tanpa pikir panjang, aku langsung membooking nya karena saat itu bukunya belum datang, dua hari lagi buku itu datang ke tokonya. Lalu aku segera transfer dan menunggu bukunya datang. Beberapa hari kemudian, paket bukuku datang. Oh iya, aku tidak langsung membaca buku ini karena aku membaca buku 99 Tips Jitu Jadi Freelancer Sukses untuk Mahasiswa terlebih dahulu. Berikut foto buku SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT:

Seperti yang aku sebutkan di atas, buku ini aslinya berbahasa Inggris, dengan judul "THE SUBTLE ART OF NOT GIVING A F*CK" yang ditulis oleh seorang blogger yang terkenal bernama Mark Manson. Aku membaca yang versi terjemahan ke dalam bahasa Indonesia, berjudul "SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT". Buku ini merupakan buku pertamanya Mark Manson, ditulis pada tahun 2016 yang versi Inggris, dan yang versi Indonesia tahun 2018, yang kupunya ini cetakan XXI (cetakan ke 21) bulan Maret, 2019. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit HarperOne (yang versi Inggris), yang kupunya versi Indonesia, diterbitkan oleh Penerbit PT. Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo). 

Buku ini tergolong ke self improvement (pengembangan diri). Buku ini menceritakan tentang pengalaman dari banyak orang yang ditemui oleh penulis, pengalaman orang terkenal, tokoh sejarah, juga pengalaman penulis sendiri. Aku membaca buku ini selama dua minggu, karena aku sibuk dan buku ini juga lumayan tebal. Yang menarik dari buku ini adalah penulis memperkenalkan seni untuk bersikap bodo amat, seni ini ada 3, yaitu:
1. Seni #1: Masa bodoh bukan berarti menjadi acuh tak acuh; masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda. 

Menurut Mark Manson (2019: hlm. 18) bahwa "orang-orang yang acuh tak acuh sering berusaha untuk bersikap masa bodoh karena dalam kenyataannya mereka terlalu rewel terhadap segala sesuatu." . Dalam hidup ini, perlu bersikap masa bodoh terhadap kesengsaraan yang menghalangi tujuan, dan akan membuat seseorang menjadi melakukan hal yang nyaman baginya, meskipun berbeda dari orang lain. 

2. Seni #2: Untuk bisa mengatakan "bodo amat" pada kesulitan, pertama-tama Anda harus peduli terhadap sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan.

Menurut Mark Manson (2019: hlm. 21) bahwa "menemukan sesuatu yang penting dan bermakna dalam kehidupan Anda, mungkin menjadi cara yang paling produktif untuk memanfaatkan waktu dan tenaga Anda. Karena jika Anda tidak menemukan sesuatu yang penuh arti, perhatian Anda akan tercurah untuk hal-hal yang tanpa makna dan sembrono." . Karena dalam hidup ini banyak kesulitan, kita perlu peduli terhadap hal yang jauh lebih penting dari kesulitan itu, agar tidak terus menerus memikirkan kesulitan dan bisa menjadi lebih sehat pikirannya (tidak cemas).

3. Seni #3: Entah Anda sadari atau tidak, Anda selalu memilih suatu hal untuk diperhatikan. 

Menurut Mark Manson (2019: hlm. 22) bahwa "Kedewasaan muncul ketika seseorang belajar untuk peduli hanya pada sesuatu yang sangat berharga." Dalam hidup ini memang banyak sekali hal yang terjadi atau hal yang kita lihat, kita bisa menyisihkan perhatian kita untuk hal yang benar-benar layak untuk kita perhatikan, seperti keluarga kita dan teman-teman kita. 

Buku ini menurutku pribadi agak susah dipahami, makanya aku membaca dalam waktu lama, dan juga bukunya lumayan tebal. Kekurangan buku ini ya menurutku karena banyak cerita negatif yang ada dalam buku ini, yang kurang sesuai dengan budaya negara kita. Tetapi kelebihan buku ini adalah buku ini membuka sebuah pemikiran untuk bisa hidup dengan lebih tenang, lebih sehat, dan menjadi lebih baik. 

Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Kamis, 28 Maret 2019

Review Buku 99 Tips Jitu Jadi Freelancer Sukses untuk Mahasiswa

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mereview buku yang berjudul "99 Tips Jitu Jadi Freelancer Sukses untuk Mahasiswa".

Awal mulanya, aku membeli paket 5 buku berharga 100.000 (berarti 1 buku harganya 20.000) dari akun online shop langgananku di Instagram, @writingprojects. Paket buku yang kubeli berisi 5 buku, yaitu Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat, 99 Tips Jitu Jadi Freelancer Sukses untuk Mahasiswa, What is success, Sejuta inspirasi untuk manusia, dan Small things that matter.

Buku 99 Tips Jitu Jadi Freelancer Sukses untuk Mahasiswa ini ditulis oleh Ery Yuni Wijianti dan Dewi Anggiani pada tahun 2015 dan diterbitkan oleh Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (GRASINDO). Buku ini bergenre Self Improvement. Berikut fotonya:

Dalam buku ini mengupas tuntas tentang freelancer mulai dari hal positif dan negatif freelancer, pro dan kontra menjadi freelancer, berbagai macam bidang pekerjaan freelancer, tips promosi, membuat portofolio, tips menjadikan rumah/kamar sebagai tempat kerja yang nyaman, tips menjadi lebih produktif, berbagai situs online untuk freelancer dan situs untuk mendapatkan uang melalui internet, ada juga tentang kesehatan (problema freelancer seperti kurang istirahat, gangguan pencernaan, kecanduan kafein/kopi dan nikotin/rokok, sakit punggung, mata lelah, postur tubuh, dan solusinya dari itu semua), ada juga masalah keuangan yang dihadapi freelancer seperti gaya hidup tak terkendali, berhutang, tak bisa naikkan tarif, tabungan, dan dana darurat), masalah sosial seperti penyendiri, susah gaul, tak tahu berita, tak punya me time, dan solusinya, juga ada masalah psikologis seperti stress dan cara mengatasinya.

Hal yang menarik bagiku adalah ternyata selama ini aku selain sekolah dan kuliah, aku sudah memulai freelancer dari masa aku SMA, seperti reseller kaos, reseller binder, reseller pulsa, dan sekarang aku freelancer penerjemah, dan di dalam buku ini ada penjelasan tentang reseller dan penerjemah, juga tips-tipsnya dan ini membuatku senang sekali. Buku ini juga memuat ilustrasi yang berwarna dan jenis tulisan yang menarik perhatian.

Kekurangan buku ini menurutku ya banyak situs online namun penjelasan sedikit, dan situsnya berasal dari luar negeri.

Untuk kalian yang mahasiswa ataupun freelancer sepertiku, aku sangat merekomendasikan buku ini.

Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selasa, 26 Maret 2019

Review Novel Teenlit Jurnal Jo 3: Episode Cinta

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mereview novel teenlit Jurnal Jo 3: Episode Cinta.

Novel teenlit Jurnal Jo 3: Episode Cinta ini merupakan lanjutan dan novel terakhir dari trilogi Jurnal Jo (yang pertama Jurnal Jo, yang kedua Jurnal Jo: Online). Novel ini ditulis oleh Ken Terate pada tahun 2014 dan diterbitkan oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Novel yang kupunya ini masih yang cover lama. Berikut fotonya:

Novel ini menceritakan saat di kelas Jo ada murid baru, artis dari Jakarta yang bernama Izzy. Izzy ini cakep, terkenal, lucu, dan membuat cewek-cewek tertarik padanya, termasuk Jo. Namun, Jo segera sadar bahwa dia sudah pacaran (backstreet) dengan Rajiv, teman laki-laki India nya. Lama-lama, Izzy ini mengesalkan karena jail luar biasa, satu per satu murid di kelas Jo menjadi korban kejahilan Izzy, termasuk Jo juga. Parahnya adalah Sally menyukai Izzy, sampai suatu ketika Sally juga menjadi korban kekesalan dan kejahilan Izzy, dan Sally malah menyalahkan dan mendiamkan Jo. Masalah muncul ketika Jo satu kelompok dengan Izzy dan Sally untuk Problem Based Learning Project. Selain itu, hubungan Jo dan Rajiv juga ga stabil karena Mama melarang Jo pacaran, perbedaan agama antara Jo dan Rajiv, juga Rajiv yang akan pergi ke Amerika untuk kuliah.

Yang lucu dan menarik dari novel ini adalah Jo tidak tahu pada awalnya kalau dia jatuh cinta dan bingung dengan status hubungannya dengan Rajiv, sehingga bertanya pada Sally dan Sally menyebutkan ciri-ciri jatuh cinta (tentunya dari majalah yang dia baca) yang ternyata semua ciri itu dialami oleh Jo.

Oh iya, ciri-ciri jatuh cinta yang dipaparkan dalam novel ini adalah ketika bertemu dengan seseorang lawan jenis itu, kamu akan merasakan deg-degan, badan tiba-tiba merasa panas atau dingin, giginya gemeletuk, kepala nyut-nyutan, perut terasa mual, otak macet (tak bisa berpikir). Saat membaca bagian ini, aku juga jadi ingat pernah merasakan muka merah dan deg-degan saat berpapasan/bertemu seseorang yang aku suka pas masih SMP (seusia Jo), lalu sampai temanku bilang "mukamu merah seperti kepiting rebus". Wkwkwk.

Di dalam novel ini juga ada penjelasan tentang bullying (penindasan) dengan berbagai macam jenis, mulai dari pakai kata-kata yang menyakitkan, ejekan, julukan tidak menyenangkan, psikologi, fisik, dan seterusnya. Korban bullying juga bisa mengalami trauma. Malah ada yang awalnya korban bullying menjadi pelaku bullying karena kesal akan masa lalunya, bisa juga karena di keluarga merasa tertekan, dll. Saat membaca bagian ini, aku teringat masa SMP dan SMA ku yang pernah menjadi korban bullying di kelas, entah apa sebabnya, tapi yang jelas aku bisa berprestasi dan membuat mereka yang pelaku bullying itu terdiam.

Novel ini cocok dibaca remaja, anak SMP atau SMA begitu. Gaya bahasanya gaul tapi tidak terlalu gaul, jadi enak dibaca dan mudah dipahami. Buat kalian yang suka genre school life, slice of life, dan teenlit, novel ini aku rekomendasikan.

Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.