Pengikut

Sabtu, 22 Mei 2021

Review Novel Harry Potter dan Batu Bertuah (Harry Potter nomor 1)

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mereview novel yang fenomenal sekali dan kubaca ulang, ini yang kedua. Judulnya Harry Potter dan Batu Bertuah. Berikut foto bukunya: 


Novel Harry Potter dan Batu Bertuah ini memiliki 2 judul dalam bahasa Inggris, yaitu HARRY POTTER AND THE PHILOSOPHER'S STONE DAN HARRY POTTER AND THE SORCERER'S STONE. Novel ini ditulis oleh J.K. Rowling tahun 1997 dan diterbitkan pertama kali tahun 1998. Kemudian di Indonesia, novel ini diterjemahkan oleh Listiana Srisanti dan diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama tahun 2000, punya keluargaku ini cetakan kelima, Desember 2000. 


Novel Harry Potter dan Batu Bertuah menceritakan tentang seorang anak bernama Harry Potter yang menjadi yatim piatu. Dari kecil dia tinggal bersama keluarga pamannya yang bernama Vernon, bibi Petunia, dan sepupunya Dudley. Keluarga pamannya itu berlaku tidak baik padanya dan Harry disuruh tinggal di lemari penyimpanan bawah tangga rumah keluarga pamannya. Suatu ketika Harry Potter mendapatkan surat namun dia tidak boleh mendapatkannya, surat itu disita bahkan dibakar oleh keluarga pamannya, sesuatu hal yang sudah lama disembunyikan keluarga pamannya. Namun, seorang raksasa bernama Hagrid datang sebagai utusan sekolah Hogwarts, sekolah khusus penyihir. Hagrid memberikan surat dari Hogwarts untuk Harry dan menjelaskan banyak hal tentang kematian orang tua Harry, Harry kecil, bagaimana Harry terkenal di dunia penyihir, dan Harry adalah seorang penyihir. Dalam novel ini juga menceritakan bagaimana Harry bersekolah di Hogwarts sebagai murid baru, berkenalan dan bersahabat dengan Ron dan Hermione, terpilih jadi pemain termuda Quiditch di tim asrama mereka, juga mencari Batu Bertuah yang hendak diambil oleh Voldemort, penyihir jahat yang membunuh orang tua Harry. 

 

Novel ini menjadi novel berseri yang disukai keluargaku. Aku membaca novel ini pertama kali entah saat aku masih TK atau SD, karena tahun 2000 aku masih TK. Novel Harry Potter dan Batu Bertuah ini yang nomor satu, kalau tidak salah ada 7 nomor totalnya. Novel ini menarik sekali, menegangkan juga buatku. Terjemahan novel ini juga sangat baik sehingga memudahkan pembacanya untuk memahami jalan cerita.

Beberapa kalimat yang kusuka, yaitu:

- "Tak ada gunanya memikirkan impian berlama-lama sampai lupa hidup, ingat itu." Dumbledore  (dalam Rowling, 2000, hlm. 266).

- "Kebenaran itu indah dan mengerikan, dan karenanya harus diperlakukan dengan amat hati-hati." Dumbledore (dalam Rowling, 2000, hlm. 368). 

- "Kalau ada satu hal yang tak bisa dimengerti Voldemort, itu adalah cinta. Dia tidak menyadari bahwa cinta sekuat cinta ibumu kepadamu, meninggalkan bekas. Bukan seperti bekas luka, bukan tanda yang kelihatan ... dicintai begitu dalam, meskipun orang yang mencintai kita sudah tiada, akan memberi kita perlindungan untuk selamanya." Dumbledore (dalam Rowling, 2000, hlm. 369). 

- "Sayang, tetapi seperti kata Ron, dalam hidup ini kita tidak bisa mendapatkan segalanya." (2000, hlm. 380)


Novel ini kurekomendasikan untuk yang suka genre fiksi dan fantasi tentang penyihir.

Sekian postingan kali ini, sampai bertemu di postingan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

#mulaimenulisdiblog

Kamis, 22 April 2021

Review Buku "the life-changing magic of tidying up" Seni Beres-Beres dan Metode Merapikan ala Jepang (Marie Kondo)

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di Augina Putri's blog. Kali ini saya akan mereview buku yang berjudul "the life-changing magic of tidying up" Marie Kondo versi terjemahan bahasa Indonesia. Berikut foto bukunya: 


Buku "the life-changing magic of tidying up" ditulis oleh Marie Kondo dan diterbitkan pada tahun 2011. Buku ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Reni Indardini dan diterbitkan Penerbit Bentang (PT Bentang Pustaka) pada tahun 2016, tetapi punya saya ini cetakan kesebelas pada bulan Juni 2018. 

Buku "the life-changing magic of tidying up" ini tentang seni beres-beres dan metode merapikan ala Marie Kondo. Metode ini menggunakan cara beres-beres per kategori barang dan membuang dengan cara memilih barang yang membahagiakan dan tidak. Apabila barang yang membahagiakan disimpan dan yang tidak dibuang/diloak/disumbangkan. Marie Kondo menjelaskan penyebab kenapa kita susah menjaga kerapian, teknik membuang, merapikan barang dan membuang per kategori barang, menyimpan barang, dan keajaiban dari berbenah. Dimulai dari kategori pakaian (baju, kaus kaki, celana, rok, jaket, sepatu, pakaian musiman, dll), buku (juga kertas), pernak pernik (CD/DVD, Skincare, make up, aksesori, barang berharga, alat elektronik, peralatan dan perlengkapan rumah tangga, alat-alat dapur, dll) dan barang kenangan. 

Saya dari kecil termasuk orang yang susah sekali berbenah, menyimpan, dan membuang. Saat dewasa dan menyadari diri ingin berubah, saya iseng menonton video di YouTube dan menemukan seorang booktuber (YouTuber Buku) bernama Kanaya Sophia (kak Aya) mengulas buku ini. Setelah menonton video tersebut langsung saya membeli buku ini, membacanya, dan kemudian mencoba mempraktikkan. Dibandingkan dengan buku berbenah yang lain, buku ini metodenya cocok untuk saya. Kali ini saya membaca buku ini yang kedua kalinya bersamaan dengan menonton acaranya di Netflix. Barulah bisa mengerti keajaiban dari berbenah. 

Ada beberapa kalimat yang saya suka dari buku ini, yaitu:

- "Kita tidak bisa mengubah kebiasaan jika cara pikir kita belum berubah." Kondo (2018, hal. 7).

- "Sedikit sekali buku milik kita yang nyatanya kita baca ulang." Kondo (2018, hal. 81).

- "Kenyataan bahwa Anda memiliki barang berlebih yang tidak tega Anda buang bukanlah bukti bahwa Anda merawat barang tersebut baik-baik, melainkan justru sebaliknya." Kondo (2018, hal. 120).

Buku ini saya rekomendasikan untuk teman-teman yang sedang mencari cara untuk berbenah/membiasakan menjaga kerapian rumah. 

 Sekian postingan kali ini, sampai bertemu di postingan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

#mulaimenulisdiblog

Jumat, 26 Maret 2021

Review Novel Anjing Setan - Sir Arthur Conan Doyle

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di Augina Putri's blog. Kali ini aku akan mereview novel serinya Sherlock Holmes yang berjudul Anjing Setan. Berikut fotonya:


Novel Anjing Setan memiliki judul asli The Hound of The Baskervilles. Novel ini ditulis oleh Sir Arthur Conan Doyle. Novel yang versi bahasa Indonesia diterbitkan oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2002. Novel Anjing Setan ini diterjemahkan oleh B. Sendra Tanuwidjaja. Novel ini memiliki 296 halaman dan jumlah babnya ada 15. 


Novel Anjing Setan bercerita tentang Sherlock Holmes dan Watson menangani kasus kutukan pembunuhan oleh anjing setan yang menghantui keluarga Baskerville. Cerita dimulai dengan Dr. Mortimer yang datang ke kantor Sherlock Holmes untuk mengambil tongkatnya yang tertinggal dan dia membawa naskah dari almarhum Sir Charles Baskerville, pasiennya. Ada anjing setan yang membunuh anggota keluarga Baskerville. Anjing itu besar, matanya menyala, dan memiliki jejak raksasa. Maka Dr. Watson dan Sherlock Holmes berusaha menyelesaikan kasus ini. Mereka bertemu dengan pewaris keluarga Baskerville bernama Sir Henry Baskerville dan tetangganya yang bernama Mr. Stapleton dan adiknya Mrs. Stapleton. Saat melakukan penyelidikan di sana, pada suatu hari Sherlock Holmes dan Watson bertemu dengan anjing setan itu. 


Novel ini menurutku menegangkan, terutama saat Sherlock Holmes dan Dr. Watson pergi malam hari dan bertemu anjing setan. Sungguh di luar dugaan motif dan rencana jahatnya si pelaku, meski ya dari awal aku sudah tahu triknya karena sempat baca di Detektif Conan (ada kasus yang memakai trik ini, jadi nggak kaget). Kalimat yang kusukai menurut Holmes (dalam Doyle, 2002, hal. 44), bahwa "Dunia ini penuh dengan hal-hal jelas yang siapa pun bisa mengamatinya secara kebetulan." 


Novel ini kurekomendasikan untuk teman-teman yang suka cerita detektif. 

Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

#mulaimenulisdiblog

Senin, 01 Februari 2021

Review Buku "HOW TO WIN FRIENDS & INFLUENCE PEOPLE IN THE DIGITAL AGE" (DALE CARNEGIE & ASSOCIATES)

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mereview buku yang baru selesai kubaca yang berjudul HOW TO WIN FRIENDS & INFLUENCE PEOPLE IN THE DIGITAL AGE. Berikut foto bukunya: 


Buku HOW TO WIN FRIENDS & INFLUENCE PEOPLE IN THE DIGITAL AGE ini ditulis oleh Dale Carnegie & Associates tahun 2011 diterbitkan di negara asalnya, lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Nengah Krisnarini, dan diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama tahun 2012, yang aku baca ini cetakan kelimabelas tahun September 2016. 

Buku ini berisi tentang bagaimana berteman dan memengaruhi orang-orang di era digital ini. Buku ini terdiri dari 4 bagian yaitu Yang Perlu Dilakukan dalam Keterlibatan, Enam Cara untuk Memberikan Kesan yang Bertahan Lama, Cara Mendapatkan dan Menjaga Kepercayaan Orang Lain, dan Cara Menuntun Perubahan Tanpa Penolakan atau Kebencian. Buku ini cukup tebal, sekitar 282 halaman.

Di era digital ini, orang-orang berkomunikasi melalui telepon, sms, e-mail, blog, dan media sosial. Di dalam buku ini dibahas secara rinci dengan contohnya masing-masing dalam kehidupan sehari-hari. Bagian pertama (Yang Perlu Dilakukan dalam Keterlibatan) terdiri dari Kubur Bumerang Anda, Tegaskan Hal-Hal yang Baik, dan Sentuh Keinginan Inti. Bagian kedua (Enam Cara untuk Memberikan Kesan yang Bertahan Lama) terdiri dari Tunjukkan Minat terhadap Minat Orang Lain, Tersenyumlah, Berkuasa dengan Nama, Simak Lebih Lama, Bahas Apa yang Penting bagi Mereka, Buat Orang Lain Merasa Lebih Baik. Bagian ketiga (Cara Mendapatkan dan Menjaga Kepercayaan Orang Lain) terdiri dari Hindari Argumen, Jangan Pernah Berkata, "Kau Salah.", Akui Kesalahan dengan Cepat dan Sungguh-Sungguh, Awali dengan Sikap Ramah, Mengakses Afinitas, Biarkan Orang Lain Mendapat Pengakuan, Terlibat Secara Empatik, Gugah Sifat Mulia, Berbagi Perjalanan, dan Berikan Tantangan. Bagian keempat (Cara Menuntun Perubahan Tanpa Penolakan atau Kebencian) terdiri dari Awali dengan Positif, Akui Kekurangan Anda, Sampaikan Kesalahan Tanpa Menarik Perhatian, Lebih Baik Mengajukan Pertanyaan daripada Memberi Perintah Secara Langsung, Peringan Kesalahan, Fokus pada Kemajuan, Sematkan Reputasi yang Baik kepada Orang Lain, dan Terus Terhubung pada Pijakan yang Sama. Menurutku bahasa terjemahan buku ini cukup berat sehingga aku saat membacanya jadi membaca ulang agar lebih paham. 

Ada beberapa kalimat yang aku suka. yaitu:

- "Teknologi bisa membuat reputasi seseorang hancur dengan lebih cepat dan lebih mudah dibandingkan sebelumnya. Hindari kebiasaan salahkan, omeli, kritik." Kawasaki  (dalam Dale Carnegie & Associates, 2016, hlm. 4).

- "penting untuk mengingat bahwa dunia digital dapat meningkatkan terbangunnya hubungan." Mycoskie (dalam Dale Carnegie & Associates, 2016, hlm. 27).

- "Kemampuan memengaruhi sangat ditentukan oleh kepercayaan - semakin besar kepercayaan yang didapat, semakin bisa seseorang memengaruhi pihk lain." (Dale Carnegie & Associates, 2016, hlm. 50) 

- "Intinya, bisnis adalah hubungan seseorang dengan orang lain." (Dale Carnegie & Associates, 2016, hlm. 73).

Buku ini kurekomendasikan untuk teman-teman yang sedang menekuni dunia influencer, bookfluencer, jualan online, pekerja kantoran, freelancer, dan komunikasi. 

Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

#mulaimenulisdiblog

Kamis, 14 Januari 2021

Review Novel "Si Anak Badai" - TERE LIYE

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di Augina Putri's blog. Kali ini aku akan mereview novel yang berjudul Si Anak Badai karya Tere Liye. Berikut foto bukunya: 


Novel Si Anak Badai ditulis oleh Tere Liye dan diterbitkan Republika Penerbit pada tahun 2019. Novel ini menceritakan tentang Si Anak Badai yang hidup di kampung Manowa yang ada sungai, muara, dan dermaga serta laut. Si Anak Badai terdiri dari Zaenal, Ode, Malim, dan Awang. Mereka naik perahu untuk memancing ikan di sungai, terkadang ikut naik kapal dengan Paman Deham untuk memancing ikan di laut, dan menyelam di dermaga saat menjadi anak pengambil koin yang dilempar oleh penumpang kapal yang berlabuh atau lewat di sana. Mereka juga rajin sekolah dan belajar mengaji serta membantu pekerjaan orangtua mereka masing-masing. Mereka anak-anak pemberani juga teguh mempertahankan sesuatu yang menjadi milik mereka, penuh petualangan seru. 


Novel Si Anak Badai bagus ceritanya, alurnya maju, tokohnya banyak, seru dan mendebarkan petualangannya. Penggambaran tempat dan suasananya bagus sehingga pembaca bisa merasakan seolah sedang berada dan tinggal di sana. Bagian bukunya ada banyak tapi satu bagiannya tidak banyak halamannya, jadi nyaman membacanya. Cover depannya sudah menggambarkan isi novel ini. 


Dalam novel ini terdapat banyak kalimat bagus, di antaranya adalah sebagai berikut:

- "Ilmu milik Allah sangat luas. Bayangkan kalian mencelupkan telunjuk di laut, kalian angkat telunjuk itu, maka air yang menempel di telunjuk kalian itulah ilmu yang dianugerahkan Allah kepada kita. Selebihnya, air lautan yang tak terhingga banyaknya, itulah ilmu Allah. Ada yang kita tahu, ada juga yang kita tidak tahu. Kalau kita terus menanyakannya, akan jadi rumit sekali." Guru Rudi (dalam Liye, 2019, hlm. 58).

- "Tapi tentu saja, sebesar apa pun usaha seseorang, maka apa pun hasilnya, Tuhan yang menentukan. Manusia hanya bisa berusaha." Bu Rum (dalam Liye, 2019, hlm. 63).

- "Kita tidak boleh terus marah atas kesalahan orang lain. Tidak boleh membahas-bahasnya lagi. Setiap orang melakukan kesalahan. Yang membedakan antara orang yang melakukan kesalahan itu adalah ada yang belajar dari kesalahannya, ada juga yang tidak mengambil pelajaran apa-apa dari kesalahan itu." Bapak (dalam Liye, 2019, hlm, 72).

- "Seorang kawan tidak akan meninggalkan kawannya sendirian." (Liye, 2019, hlm. 202).

- "Manusia mendapat ujian bukan karena dia telah berbuat kesalahan, Rahma. Ujian itu kadang untuk lebih menguatkan ." Guru Rudi (dalam Liye, 2019, hlm.221).


Novel ini kurekomendasikan untuk teman-teman yang menyukai genre fiksi slice of life. 

Sekian postingan kali ini, sampai bertemu di postingan selanjutnya. 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

#mulaimenulisdiblog

Minggu, 13 Desember 2020

Review Buku "BEBASKAN IMAJINASIMU!" - GRANT SNIDER

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mereview buku yang berjudul BEBASKAN IMAJINASIMU! karya GRANT SNIDER. Berikut foto bukunya:


Buku BEBASKAN IMAJINASIMU! Komik untuk memantik kreativitas memiliki judul asli THE SHAPE OF IDEAS An Illustrated Exploration of Creativity ini ditulis oleh Grant Snider. Buku ini diterbitkan pada tahun 2017 yang berbahasa Inggris, lalu diterjemahkan oleh Annisa Cinantya Putri dan diterbitkan oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2019.  Buku ini terdiri dari 12 bagian, terdiri dari Pembaca yang Baik, INSPIRASI, KERJA KERAS, IMPROVISASI, ASPIRASI, PERENUNGAN, EKSPLORASI, FRUSTASI SEHARI-HARI, IMITASI, PUTUS ASA, KEBAHAGIAAN HAKIKI, dan Indeks.

Buku BEBASKAN IMAJINASIMU! ini termasuk genre self-improvement non fiksi berbentuk komik ilustrasi tentang ide, proses dari awal merenungkan ide hingga ada rasa putus asa. Buku ini juga mengajak pembaca seperti introspeksi, tertawa, dan menemukan inspirasi. 

Buku BEBASKAN IMAJINASIMU! ini menurutku baik sekali karena penuh gambar dan warna, sangat menarik tulisannya karena berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Aku suka buku ini karena banyak pesan yang bagus buatku dan ada beberapa solusi untuk memecahkan masalah yang berhubungan dengan ide dan kreativitas. Selain itu, jarang ada buku non fiksi yang berbentuk komik seperti ini. 

Ada beberapa kutipan yang kusuka dari buku ini, di antaranya adalah sebagai berikut:

- "ADA IDE YANG TIMBUL SAAT KITA PUTUS ASA. BIASANYA, IDE DATANG KETIKA KITA BERHENTI MENCARI." (Snider, 2019, hlm. 25).

- "KUINGATKAN DIRI, HIDUP INI SINGKAT. BUAT SESUATU, JANGAN SIA-SIAKAN WAKTU." (Snider, 2019, hlm. 30).

- "multi-kegiatan. APA KAU PERNAH MENGERJAKAN BEBERAPA HAL SATU PER SATU? TIDAK ADA YANG TERSELESAIKAN-MENYEBALKAN. KUPILIH SAJA BERFOKUS PADA SEMUANYA SEKALIGUS DAN SEMUANYA SELESAI-DENGAN PAYAH." (Snider, 2019, hlm. 33).

- " SEDERHANA LEBIH BAIK TAPI KESEDERHANAAN LEBIH SULIT DICAPAI." (Snider, 2019, hlm. 57).

- "ATURAN BAGI PEKERJA LEPAS. KELILINGI DIRI DENGAN INSPIRASI. PATUHI ATURAN BERPAKAIAN. BUAT BATASAN RUMAH DAN KANTOR. SEIMBANGKAN KERJA DAN HASIL. ISTIRAHAT, SESEKALI. RENUNGI KEHIDUPAN DI SEKITAR. JANGAN TAKUT MENAMPILKAN KARYAMU." (Snider, 2019, hlm. 101)

Buku ini cocok untuk teman-teman yang suka mencari ide untuk karyanya, untuk pelajar/mahasiswa juga pas.

Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

#mulaimenulisdiblog

Selasa, 24 November 2020

Review Novel "Gadis Minimarket" - Sayaka Murata

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Selamat datang di Augina Putri's blog. Kali ini aku akan mereview novel yang berjudul Gadis Minimarket. Berikut fotonya: 


Novel Gadis Minimarket ini ditulis oleh Sayaka Murata dengan judul asli KONBINI NINGEN. Novel ini diterbitkan pertama kali di Jepang pada tahun 2016, lalu diterjemahkan oleh Ninuk Sulistyawati dan diterbitkan Penerbit Gramedia Pustaka Utama tahun 2020. Novel Gadis Minimarket terdiri dari 160 halaman. 

Novel Gadis Minimarket menceritakan tentang seorang perempuan bernama Keiko yang terus bekerja sambilan di minimarket selama hidupnya. Keiko kecil tidak normal seperti anak-anak lain sehingga orang tua dan adiknya kesulitan. Meskipun sudah terapi/konsultasi, tetap saja begitu, hingga suatu hari dia tertarik untuk bekerja di minimarket dan belajar menyesuaikan diri seperti teman-teman di minimarket.

Novel Gadis Minimarket ini dari segi sampul depannya menarik, menggambarkan isi novelnya. Penerjemahan ningen menjadi gadis sedikit membingungkan untukku, karena ningen dalam bahasa Jepang artinya orang/manusia, tetapi hal ini mungkin agar mengikuti isi novelnya makanya dipilih kata gadis. Isu sosial yang diangkat dalam novel ini menarik dan cukup sensitif. Ada sedikit typo pada halaman 54, malas-masalan seharusnya malas-malasan. Novel ini membuatku membayangkan jadi pegawai minimarket di Indomaret atau Alfamart dan aku rindu ke sana untuk berbelanja (karena sejak mulai pandemi aku di rumah saja).  

Ada beberapa kalimat yang menarik, di antaranya adalah sebagai berikut:

- "Dalam pandanganku ada dua tipe pelaku diskriminasi: mereka yang memang memiliki dorongan dan keinginan untuk mendiskriminasi, dan mereka yang menggunakan istilah diskriminasi tanpa berpikir setelah mendengarnya dari suatu tempat." Keiko (dalam Murata, 2020, hlm. 69)

- "Masyarakat modern itu cuma ilusi karena meski berbicara soal persamaan gender, kita tetap hidup di dunia yang sama seperti Zaman Jomon..." Shiraha (dalam Murata, 2020, hlm. 71)

- "Ketidaksempurnaan itu menyebabkan aku mendapatkan perlakuan tak adil." Shiraha (dalam Murata, 2020, hlm. 87).

Novel ini cocok untuk orang yang menyukai genre marjin kiri, kesetaraan gender, feminisme.

Sekian postinganku kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya. 

#mulaimenulisdiblog