Pengikut

Minggu, 11 Oktober 2020

Review Buku "Quiet Impact Tak Masalah Jadi Orang Introver" Sylvia Loehken

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di Augina Putri's blog. Kali ini aku akan mereview buku yang berjudul "Quiet Impact Tak Masalah Jadi Orang Introver" karya Sylvia Loehken. Berikut foto bukunya: 


Buku Quiet Impact Tak Masalah Jadi Orang Introver memiliki judul asli Quiet Impact How to be a Successful Introvert. Buku ini ditulis oleh Sylvia Loehken tahun 2014, lalu diterjemahkan oleh Alex Tri Kantjono Widodo dan diterbitkan oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama pertama kali tahun 2016, punyaku cetakan kedua tahun 2019. Buku ini bergenre non fiksi self-improvement (pengembangan diri) dan memiliki sekitar 330 halaman menurut Goodreads. 


Buku Quiet Impact Tak Masalah Jadi Orang Introver ini berisi tentang kekuatan-kekuatan dan hambatan yang dimiliki sosok introver, serta berbagai saran untuk sosok introver agar bisa menghadapi hambatannya di area kerja, kehidupan pribadi, pertemanan, cinta, keluarga, juga saat berbicara di depan umum.  


Buku ini menurutku cukup tebal, bahasanya agak kaku, sempat membuatku reading slump tetapi buku ini cukup menarik karena terdapat lembar isian untuk pembaca juga berbagai saran untuk menghadapi hambatan sosok introver dalam berbagai hal dalam kehidupan. 


Beberapa kutipan menarik dalam buku ini:

1. "PRIBADI PENDIAM MEMERLUKAN ENERGI UNTUK MELAKUKAN INTERAKSI SOSIAL, SEDANGKAN PRIBADI EKSTROVER MENGAMBIL ENERGI DARI INTERAKSI INI." (Loehken, S., 2019, hal. 18). 

2."SEBAGAI SEORANG INTROVER, PASTIKAN ANDA MEMILIKI CUKUP WAKTU UNTUK DIRI SENDIRI!" (Loehken, S., 2019, hal. 19).

3. "BAGI PRIBADI PENDIAM, PANGGILAN TELEPON SERING MENYEBABKAN STRES DAN RASA TIDAK BERDAYA DALAM MENGHADAPI SEBUAH SITUASI." (Loehken, S., 2019, hal.155).

Buku ini kurekomendasikan untuk teman-teman yang introver sepertiku dan juga untuk ekstrover yang ingin memahami sosok introver. 

Rabu, 23 September 2020

Review buku Beli karena Butuh - Andi Sri Wahyuni, Akt.

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mereview buku yang berjudul Beli karena Butuh. Berikut foto bukunya: 


Buku Beli karena Butuh ditulis oleh Andi Sri Wahyuni, Akt. dan diterbitkan Penerbit PT Elex Media Komputindo bagian Quanta pada tahun 2018. Buku ini bergenre non fiksi Motivasi Islami. 


Buku Beli karena Butuh ini berisi tentang mengatur keuangan untuk muslimah (perempuan muslim). Buku ini terdiri dari 4 bagian, yaitu Penting Dipikirkan Kembali, Resisten Berbagai Godaan, Pos-Pos Penguras Kantong, dan Beberapa Saran Untuk Mengelola Keuanganmu. Buku ini juga mengajak pembaca untuk mempertanyakan diri apakah selama ini merasa kebanyakan barang, boros, mubazir, sering belanja tiap ada diskon atau membeli barang secara tiba-tiba, dan tidak tahan godaan untuk berbelanja. Kemudian ada penjelasan dampaknya dan beberapa pendapat menurut para penulis tentang hidup minimalis, juga terdapat beberapa ayat Al-Qur'an dan hadits yang mendukung tulisan. Buku ini juga menyuguhkan solusi agar bisa lebih sederhana dan lebih hemat secara umum dan islami. 


Buku Beli karena Butuh ini menurutku baik sekali karena selain halaman dan tulisannya berwarna, dilengkapi dengan penjelasan dari para ahli dan penulis tentang hidup minimalis, juga terdapat penjelasan dari ayat Al-Qur'an dan hadits, covernya juga menarik.


"Para penulis buku tentang gaya hidup minimalis, dimulai dari Marie Kondo, Francine Jay, hingga Fumio Sasaki, sama-sama bersepakat bahwa KEBAHAGIAAN YANG HAKIKI TIDAK DIDAPAT DARI BENDA-BENDA. SEMAKIN SEDERHANA KAMU, SEMAKIN BAHAGIA HIDUPMU." (Wahyuni, A., 2018, hal. 21).

"...untuk meminimalisir sikap rakus belanja buku saya, biasanya, saya menahan diri untuk tidak belanja buku kalau buku yang sedang saya baca belum selesai. Selain jadi solusi untuk tidak menumpuk-numpuk buku, ini juga efektif membuat saya semangat membaca agar bisa membeli buku baru dan pengetahuan baru." (Wahyuni, A., 2018, hal. 125).

"OLEH KARENA ITU, SEMAKIN KAMU MEMINIMALKAN KONSUMSI TERHADAP BARANG-BARANG YANG TIDAK KAMU BUTUHKAN, SEMAKIN KAMU IKUT MENJADIKAN BUMI DAN KEHIDUPAN INI SEBAGAI RAHMAT BAGI SEMESTA ALAM." (Wahyuni, A., 2018, hal. 36)

Buku ini kurekomendasikan untuk muslimah berusia 14 tahun ke atas yang sedang belajar untuk hidup lebih sederhana. 

Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.   

Senin, 03 Agustus 2020

Review buku Cerdas Uang Zaman Sekarang - Anatoli Dzikri Al Indragiri

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat datang di Augina Putri's blog. Kali ini saya akan mereview buku yang berjudul Cerdas Uang Zaman Sekarang. Berikut foto bukunya: 

Buku Cerdas Uang Zaman Sekarang ditulis oleh Anatoli Dzikri Al Indragiri pada tahun 2018 dan diterbitkan oleh Penerbit PT Elex Media Komputindo. Buku ini bergenre non fiksi motivasi islami. 

Buku Cerdas Uang Zaman Sekarang ini berisi tentang bagaimana mengelola keuangan dengan mengalokasikan penghasilan yang diterima tidak hanya untuk kehidupan duniawi tetapi juga untuk kehidupan akhirat. Buku ini terdiri dari 6 bagian, yaitu Sumber Penghasilan, Alokasi Penghasilan, Kehidupan Sekarang (Dunia), Bekal Masa Depan (Akhirat), Hasil, dan Tujuan. 

Buku Cerdas Uang Zaman Sekarang ini menjelaskan bagaimana konsep harta, tips menjemput rezeki, mengelola keuangan untuk kehidupan duniawi (kebutuhan hidup, rumah tangga, bayar utang, dll), juga untuk kehidupan akhirat (umrah, kurban, haji, sedekah, zakat, wakaf, infak), dan untuk mendapatkan rida Allah SWT. 

Buku ini menarik sekali buat saya karena saya sedang belajar untuk mengatur keuangan agar lebih hemat lagi dan lebih bermanfaat untuk jangka panjang. Saya mendapatkan buku ini karena memenangkan giveaway yang diadakan oleh teman komunitas bookstagram Indonesia, welldonemusthofa. Terima kasih atas hadiah bukunya. :) Kalau harga asli bukunya untuk pulau Jawa Rp 64.800,- .

Ada beberapa kalimat menarik dalam buku ini, yaitu:
1.  "Dalam pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga tentu ada pos pemasukan dan pengeluaran. Dikatakan surplus apabila pendapatan yang diraih lebih besar dari pengeluaran. Sebaliknya defisit terjadi apabila pos pengeluaran lebih besar dari pendapatan." (Indragiri, A., 2018, hal. 10)
2. "Jangan suka menunda-nunda untuk membayar utang apalagi punya niat untuk tidak membayar utang. Baginda Nabi Muhammad saw., memperingatkan kita sebagai umat Islam tentang bahayanya utang yang tidak dibayar. Semua dosa orang yang mati syahid diampuni kecuali utang. (HR. Muslim). Jiwa seorang mukmin itu terkatung-katung karena utangnya sampai ia dibayarkan. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)." (Indragiri, A., 2018, hal. 55)
3. "Kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi dan disesuaikan dengan kemampuan hidup layak, sedangkan keinginan tidak selalu harus dipenuhi." (Indragiri, A., 2018, hal. 105)

Buku ini saya rekomendasikan untuk yang mau belajar mengatur keuangannya agar tidak berutang kepada teman atau orang lain. 

Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya. 
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Minggu, 26 Juli 2020

Review buku "Am I There Yet?" (Mari Andrew)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mereview buku Am I There Yet? yang baru selesai kubaca. Berikut foto bukunya:

Buku Am I There Yet? ini ditulis oleh Mari Andrew pada tahun 2018, lalu diterjemahkan oeh Pratiwi Utami dan diterbitkan Penerbit Bentang Belia (PT Bentang Pustaka), ada tulisan "Perjalanan Berbatu dan Penuh Liku Menuju Dunia Orang Dewasa".

Buku Am I There Yet? ini menceritakan perjalanan hidup penulisnya (Mari Andrew) ketika berada di rentang usia 20-30 menuju dunia orang dewasa. Banyak hal yang terjadi dalam hidupnya, masalah cinta, persahabatan, rumah, pekerjaan, sakit hati/ patah hati, hingga menemukan jati diri.

Buku Am I There Yet? ini bergenre nonfiksi self-help. Buku ini menarik karena dilengkapi ilustrasi yang lucu dan gambaran tempat yang dikunjungi baik, sehingga membaca menjadi menyenangkan dan berasa sedang jalan-jalan, diksinya juga bagus, juga terdapat banyak pelajaran tentang kehidupan.

 Ada beberapa kalimat yang bagus dalam buku ini, di antaranya:
- "Jatuh cinta kepada seseorang kadang berarti juga jatuh cinta kepada dirimu sendiri." (Andrew, M., 2018, hal. 63)
- "Ketika memutuskan gaya seperti apa yang cocok dengan kepribadianmu, ingatlah bahwa kamu sebenarnya sudah punya gaya itu dalam hidupmu." (Andrew, M., 2018, hal. 146)
- "Membelanjakan uang tak seharusnya membuatmu merasa bersalah; harusnya kamu jadi bersyukur. Kamu punya kesempatan memilih benda atau sesuatu yang bikin kamu lebih bahagia dan ekspresif." (Andrew, M., 2018, hal. 149)

Buku ini kurekomendasikan untuk orang yang sedang berada di rentang usia 20-30 tahun.

Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kamis, 09 Juli 2020

Review novel Kertas Hitam (Aru Armando)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 
Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mereview novel yang kudapat dari Penerbit Shofia (novel kerjasama) yaitu Kertas Hitam. Berikut fotonya:

Novel Kertas Hitam ditulis oleh Aru Armando dan diterbitkan Penerbit Shofia - CV. Loe pada tahun 2020. Novel Kertas Hitam ini merupakan novel kedua dari Aru Armando, masih berhubungan dengan novel pertamanya yang berjudul Sang Pewarta. Novel ini memiliki genre misteri.

Novel Kertas Hitam menceritakan tentang sebuah operasi menjelang Pemilu yang berjalan dengan pelan-pelan dan hati-hati. Perebutan kekuasaan mahal. Bank negara menjadi pertaruhan di bursa saham. Dikendalikan oleh yang tak tampak. Tomi, Sang Pewarta yang pulang dari Amerika, mengalami berbagai hal yang menyedihkan hingga menegangkan. Tomi yang dikhianati seorang wanita dan kehilangan rekan wartawannya yang bernama Vina, membuatnya bangkit kembali sebagai seorang jurnalis. Novel ini mengajak pembaca berpetualang di tengah rimba hukum, perjudian di meja saham, serta kerumitan nasib di antara banyak harapan. 

Novel ini menarik banget bagiku. Misterinya cukup rumit, tapi perlahan-lahan terbuka benang merahnya karena mulai muncul petunjuk-petunjuk. Pelan tapi pasti. Menegangkan juga. Kesan misteri dan menegangkannya oke. Ada beberapa adegan romance juga, adegan 17 atau 18+. Penulis novel ini berani banget mengungkapkan cerita tentang seorang jurnalis dan bahaya yang mengintainya. Diksinya bagus, typo menurutku tak terdapat dalam huruf namun ada dalam spasi karena ada yang 2 spasi antara katanya. Lengkap dengan pengetahuan tentang investasi dan saham, yang buatku jadi tau meski aku nggak paham semuanya (emang aku nggak bakat hitungan sih). Aku juga teringat salah satu kenalanku ada yang seorang jurnalis, beliau menceritakan bagaimana bekerja di bidang jurnalis itu, serta bahaya yang mengintai di balik sebuah tulisan, posisi di ujung tanduk istilahnya, harus siap semuanya serta mental. Hal ini juga kurasakan saat membaca novel ini. Alurnya mengalir dan tak mudah ditebak pembaca, bikin penasaran dan nagih ingin membaca terus novel ini. Hanya saja karena aku belum membaca novel pertamanya, jadi sedikit kebingungan.

"Berhenti berharap, membuka lembaran baru. Biarlah waktu yang menjawab dan menentukan." (Armando, A., 2020, hal. 61).
"Investasi yang benar, tentu saja. Tidak harus saham. Bisa logam mulia, reksadana, deposito dan ragam investasi lainnya." (Armando, A., 2020, hal. 69)
"Jika kita merasa sakit saat berkorban, maka pengorbanan itu adalah pengorbanan penuh harap. Pengorbanan dengan pamrih. Orang yang berkorban dengan harapan, tidak layak disebut pejuang." (Armando, A., 2020, hal. 221)

Novel ini kurekomendasikan buat kalian yang suka genre misteri juga yang punya pengetahuan tentang jurnalistik atau ekonomi akan lebih baik. 

Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Senin, 29 Juni 2020

Review Novel Mantan Rasa Gebetan (Titi Sanaria)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mereview novel yang baru selesai kubaca, yaitu Mantan Rasa Gebetan. Berikut foto novelnya:

Novel Mantan Rasa Gebetan ditulis oleh Titi Sanaria dan diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo pada tahun 2020. Aku mendapatkan novel ini langsung dari penulis dan penerbitnya karena memenangkan pemilihan bookstagram untuk mereview novel ini.

 Novel Mantan Rasa Gebetan menceritakan tentang Kayana, seorang perempuan yang memilih Malino sebagai tempat pelariannya setelah dia bercerai dengan Yudistira Wijaya. Mereka sudah bercerai selama tiga tahun. Kayana meninggalkan Jakarta karena dia mengalami kenangan menyakitkan di sana dan berusaha menjauh dari masa lalu buruk yang masih membayanginya. Ketika Kayana mencoba membangun hubungan dengan laki-laki lain, tiba-tiba Yudistira muncul di hadapannya seperti hantu yang membayanginya. Yudistira mendatangi dan mendekati Kayana lagi untuk meminta rujuk. Tentu saja Kayana masih bimbang untuk menerima Yudistira karena rasa sakit hatinya itu. Tapi Yudistira tampaknya tidak bermain-main dengan permintaan rujuknya itu.

Novel ini jujur membuat perasaanku ikut campur aduk, ingat mantan pacar juga, dan membuatku bingung serta terhubung dengan beberapa adegan dari novel ini. Tak bisa kupungkiri, nama "Wijaya" mengingatkanku pada sang mantan yang juga memiliki nama itu, tapi aku bisa segera sadar dari ingatan dan membaca novel ini lagi. Tokoh Yudistira Wijaya ini bersifat kekanakan, santai, dan super menyebalkan buatku. Tokoh Kayana sendiri perempuan mandiri, serius, perencana dan pengatur yang baik, mirip aku.Wkwkwk. Novel ini kata-katanya bagus, juga tak membuat pusing pembaca, tidak terdapat typo juga, sehingga pembaca nyaman membacanya. Alurnya sangat mengalir, kisahnya bikin nagih ingin membaca terus lanjutannya. Banyak pelajaran tentang cinta dan kehidupan dalam novel ini.

Ada beberapa kalimat yang kusuka, yaitu:
- "Cinta juga punya umur karena perasaan itu tidak abadi." (Sanaria, T. 2020, hal. 2)
- " Dia terlihat seperti hasil persilangan antara Chris Evans dan Chris Hemsworth (minus facial hair). Ya, Captain America dan Thor." (Sanaria, T. 2020, hal. 4)
- "Serius dan santai itu kombinasi yang sempurna." (Sanaria, T. 2020, hal. 63)
- "Karena kamu memang masih cinta sama dia. Itu alasan kamu menjauh. Kamu berharap jarak bisa membunuh perasaanmu. Tapi, teori jarak dan perasaan nggak selamanya berbanding lurus, kan?" (Sanaria, T. 2020, hal. 143)
- "Kebanyakan orang memilih memutus hubungan dengan masa lalu saat memulai hidup baru." (Sanaria, T. 2020, hal. 149)
- "SAAT mencintai seseorang, kita terkadang melanggar batas yang kita tetapkan untuk diri sendiri. Garis benar dan salah yang seharusnya terang-benderang jadi kabur. Logika dan akal sehat bersembunyi karena diintimidasi perasaan." (Sanaria, T. 2020, hal. 182)

Novel ini kurekomendasikan untuk wanita maupun pria yang sedang penasaran/galau tentang cinta dan kehidupan.

Sekian postingan kali ini, sampai bertemu di postingan selanjutnya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Senin, 15 Juni 2020

Review buku I WANT TO DIE BUT I WANT TO EAT TTEOKPOKKI (Baek Se Hee)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mereview buku yang berjudul I WANT TO DIE BUT I WANT TO EAT TTEOKPOKKI. Berikut foto bukunya: 

Buku I WANT TO DIE BUT I WANT TO EAT TTEOKPOKKI ini merupakan buku essay (non fiksi) bergenre self improvement yang ditulis oleh Baek Se Hee (dari Korea Selatan), lalu diterjemahkan oleh Hyacinta Louisa dan diterbitkan Penerbit Haru pada tahun 2019, punyaku ini cetakan kelima, Januari 2020. Judul aslinya 죽고 싶지만 떡볶이는먹고싶어 . 

Buku ini merupakan cerita asli dari penulisnya yang terkena distimia (depresi berkepanjangan) dan gangguan kecemasan selama lebih dari sepuluh tahun yang menjalani proses pengobatan dengan cara konsultasi ke psikiater dan minum obat, dan buku ini merupakan kisah saat penulis berkonsultasi dengan psikiaternya (makanya hampir semua buku ini berformat dialog). Terdapat kesimpulan penulis setiap setelah menjalani konsultasi (di setiap akhir bab ada halaman khusus tentang itu), penjelasan tentang apa itu distimia oleh dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ agar pembaca mengetahui tentang distimia sebelum membaca kisah penulis di dalam buku ini. Selain itu juga terdapat kisah pendek penulis tentang kehidupannya. 

Jujur ketika melihat buku ini sangat terkenal, aku ingin membelinya tapi belum bisa saat itu. Ketika sudah membeli juga aku tak langsung membacanya karena aku punya daftar buku yang belum dibaca sangat panjang. Pada saat aku terkena sakit selama 6 bulan lamanya dan aku juga sempat mengalami stress dan cemas setiap hari hingga susah tidur memikirkan apakah aku akan meninggal atau aku bisa sembuh (karena penderita yang meninggal karena sakit ini juga terhitung banyak), maka kuputuskan untuk membaca buku ini. Buku ini tepat untuk dibaca ketika kondisi mental/pikiran sedang turun. Buatku sendiri buku ini semacam self help, pelan-pelan aku bisa paham, tenang, dan tidak cemas serta kurang percaya diri lagi. Terjemahan buku ini sangat baik menurutku, karena pemilihan katanya bagus dan membuat pembaca tak terlalu bingung. 

Ada beberapa kalimat yang aku setuju dan suka, yaitu:
1. "Orang yang terlihat seperti rasa percaya dirinya tinggi sekali ternyata rasa percaya dirinya rendah. Mereka melakukan hal yang menonjol di depan umum karena mereka tidak memiliki rasa percaya diri. Mereka melakukannya agar orang-orang bisa melihat diri mereka. Sebaliknya, jika seorang puas dengan dirinya sendiri, maka mereka tidak akan mudah terpengaruh oleh apa pun yang dikatakan oleh orang lain" - Psikiater (Hee, B., 2020, hal. 35)
2. "Saat Anda tidur, jauhkanlah ponsel Anda." - Psikiater (Hee, B., 2020, hal. 51)
3. "Sementara itu, kalau saya di rumah sendirian, rasanya saya mulai merasa depresi. Saya sempat memikirkan kenapa bisa seperti itu. Ternyata, penyebabnya adalah karena saya melihat unggahan orang-orang di Instagram." - Baek Se Hee (Hee, B., 2020, hal. 63-64)

Buku ini jujur membuatku capek saat membacanya, tapi karena aku juga merasakan beberapa hal dalam buku ini, jadi bisa selesai membacanya. Buku ini kurekomendasikan untuk teman-teman yang suka genre self improvement, psikologi, dan juga sedang mengalami kondisi mental/pikiran tidak baik. Jangan lupa selain membaca buku ini juga ceritakan kondisi yang kamu alami pada teman yang kamu percayakan, lebih baik lagi kalau temanmu itu dari jurusan psikologi. 

Sekian postingan kali ini, sampai bertemu di postingan selanjutnya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.