Pengikut

Sabtu, 23 April 2022

Ulasan Novel "Selamat Tinggal" - Tere Liye

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mengulas novel yang baru selesai kubaca, yaitu Selamat Tinggal. Berikut fotonya: 


Novel Selamat Tinggal ditulis oleh Tere Liye dengan co author Sarippudin dan diterbitkan Penerbit Gramedia Pustaka Utama tahun 2020. Novel punyaku ini hadiah giveaway dari teman bookstagramku, kak @dinneread, merupakan cetakan tahun 2021. 


Novel ini menceritakan tentang Sintong, seorang mahasiswa tingkat akhir yang tidak lulus-lulus dan hampir DO, bekerja di toko buku bajakan milik pamannya. Sintong juga merupakan seorang penulis yang sebenarnya benci sekali dengan buku bajakan. Suatu hari Sintong menemukan buku karya Sutan Pane, penulis yang tiba-tiba hilang misterius padahal karya-karyanya sangat berani dan layak dibaca banyak orang. Sintong kemudian memiliki ide untuk menjadikannya bahan skripsi yang baru dan melakukan penelitian tentang itu serta mencari tahu penyebab Sutan Pane menghilang. 


Novel Selamat Tinggal menurutku buku yang sangat menarik. Selain mengangkat tema tentang buku bajakan, juga ada pengetahuan tentang politik, dan masalah-masalah yang menyangkut tentang kehidupan manusia. Gambar pada sampul depan bukunya juga bagus warnanya dan ilustrasinya menarik sekali, berupa tulisan-tulisan artikel, berkaitan dengan isi buku ini. Judul bukunya juga unik, Selamat Tinggal. 


Beberapa kalimat yang aku suka dari novel ini yaitu:

- "Hei, dalam hidup ini, lebih baik kita fokus ke hal-hal yang menyenangkan dibanding yang tidak." Liye (2021, hal. 34). 

- "Biarkan sajalah. Kan dosa ditanggung masing-masing." Liye (2021, hal. 49). 

- "Kalau sibuk, disempatkan. Kalau tidak disempatkan, mana bisa toh?" Liye (2021, hal. 61). 

- "Lantas apa nasib rakyat? Puluhan tahun berlalu, mereka tetap begitu-begitu saja, sementara negara-negara tetangga memelesat cepat menjadi negara maju." Liye (2021, hal. 89). 

- "Semua orang merasa siap berdiskusi, tapi saat berbeda pendapat, diam-diam malah membungkam pendapat orang lain." Liye (2021, hal. 91). 

- "Ibuku pernah bilang bacalah banyak buku, agar besok lusa bukan hanya agar kau tidak mudah ditipu orang, tapi agar kau bisa mencegah penipu membohongi orang banyak." Liye (2021, hal. 134-135). 

- " Sakit tahu, pesan cuma dibaca, tidak di-reply, Bang. Hanya centang dua, tidak di-reply-reply juga. Padahal Bang Sintong terlihat online di aplikasi." Liye (2021, hal. 255). 

- "... dulu orangtua kita sering bilang, setiap kita berharap mendapatkan sesuatu, maka bersiaplah melepaskannya. Karena di dunia ini, bahkan yang sudah jadi milik kita bisa hilang, apalagi yang belum." Liye (2021, hal. 270). 

- " Ayo, mari berdiri bersamaku. Kita akan melangkah bersama. Saling menguatkan, saling mendukung. Ayo, mari kita memperbaiki. Kita mulai dari diri kita sendiri, dari keluarga sendiri, esok lusa kita akan menyaksikan perubahan telah datang." Liye (2021, hal. 321).

- " Hidup adalah kesesuaian antara perkataan, tulisan, dan perbuatan. Apalah arti kehormatan seorang manusia saat tiga hal ini tidak sesuai lagi. Apalah arti martabat seorang manusia ketika tiga hal tersebut bertolak belakang." Liye (2021, hal. 337). 


Novel Selamat Tinggal kurekomendasikan untuk yang suka genre fiksi, fiksi sejarah, kehidupan, dan politik. 


Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

#mulaimenulisdiblog

Jumat, 15 April 2022

Review Buku "The Psychology of Money" Karya Morgan Housel

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mengulas buku yang baru selesai kubaca, yaitu The Psychology of Money. Berikut foto bukunya: 


Buku The Psychology of Money ditulis oleh Morgan Housel. Diterbitkan pertama kali tahun 2020, namun yang versi bahasa Indonesia ini diterbitkan tahun 2021 oleh Penerbit BACA PT Bentara Aksara Cahaya. Punyaku ini hadiah giveaway dari akun @thriday_ cetakan tahun 2022. 


Buku ini berisi 19 cerita pendek yang menjelaskan berbagai cara aneh orang berpikir tentang uang, mengelolanya, dan memahaminya sehingga dapat berjalan dengan baik dalam kehidupan ini. Selain cerita pendek, banyak juga penjelasan tentang investasi dan pola pikir manusia dalam keuangan. Di dalam buku The Psychology of Money ini banyak kalimat yang bagus. Gambar sampul bukunya juga lucu, berbentuk otak namun dengan lembaran uang dolar, pemilihan warna juga baik, dan terjemahannya bagus. 


Berikut beberapa kalimat yang kusuka:

- " Tak ada cara cepat merasa kaya dibanding membelanjakan banyak uang untuk membeli barang-barang bagus. Namun cara menjadi kaya adalah membelanjakan uang yang Anda miliki, dan tak membelanjakan uang yang tak Anda miliki. Sebenarnya sesederhana itu." Mann (dalam Housel, 2022, hal. 87).

- " Mereka ingin kemerdekaan dan keluwesan, yang bisa diberikan aset finansial yang tak dibelanjakan. Namun kita terbiasa menganggap bahwa punya uang sama dengan membelanjakan uang, sehingga kita tak melihat kemampuan menahan diri yang diperlukan untuk benar-benar memiliki kekayaan. Dan karena kita tak bisa melihatnya, kita sukar belajar mengenainya." Housel (2022, hal. 89). 

- "Premis buku ini adalah bahwa mengelola uang dengan baik tidak ada hubungannya dengan kecerdasan Anda dan lebih banyak berhubungan dengan perilaku Anda. Dan perilaku sukar diajarkan, bahkan kepada orang-orang yang sangat cerdas." Housel (2022, hal. xv). 


Buku ini kurekomendasikan untuk orang-orang yang suka genre keuangan dan investasi serta ingin belajar mengenai mengelola dan menabung uang. 


Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

#mulaimenulisdiblog

Kamis, 10 Maret 2022

Review Buku The Magic of Habit - Daniel Nugroho

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di Augina Putri's blog. Kali ini aku akan mengulas buku The Magic of Habit. Berikut foto bukunya: 


Buku The Magic of Habit ditulis oleh Daniel Nugroho dan diterbitkan Penerbit Araska pada tahun 2021. Buku ini berisi tentang kebiasaan-kebiasaan yang dapat membuat kita menjadi lebih produktif dan baik di masa depan. Terdapat juga kisah tokoh-tokoh sukses dengan kebiasaannya masing-masing.


Buku The Magic of Habit dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

1. Bagian pertama tentang pengaruh kebiasaan bagi masa depan. 

2. Bagian kedua tentang tokoh-tokoh sukses dengan kebiasaan unik dan ajaib.

3. Bagian ketiga tentang kebiasaan-kebiasaan yang membangun produktifitas.


Buku ini menurutku menarik sekali karena gambar sampul depannya lucu, banyak tokoh terkenal seperti Albert Einstein, Steve Jobs, Walt Disney, dll, dan juga kebiasaan-kebiasaan yang membuat produktif itu dijelaskan secara rinci serta banyak kebiasaannya. 


Kalimat yang kusuka dari buku ini adalah:

- "Orang kaya dan orang miskin dapat dibedakan melalui mindset mereka. Mindset orang miskin adalah memikirkan tentang kekurangan. Sedangkan orang kaya selalu berpikir akan kelimpahan dan kemakmuran. Keyakinan kitalah yang menentukan cara kita mendapatkan kekayaan, keputusan yang kita ambil dan cara kita bergerak."  Nugroho (2021, hal. 78). 

- "Apabila Anda ingin sukses, bergaullah dengan orang yang lebih sukses dari Anda. Lebih baik berkumpul dengan orang-orang yang lebih baik dari kita. Carilah orang yang kebiasaan dan sifatnya lebih baik darimu dan Anda akan mengalir ke arah yang lebih baik." Nugroho (2021, hal. 79).

- "Sukses adalah mengerjakan sesuatu yang Anda sangat sukai dan melakukannya dengan baik, begitulah pesan Warren Buffett. Sukses bukan pada punya uang atau tidak." Nugroho (2021, hal. 79).


Buku The Magic of Habit cocok untuk orang yang ingin mempunyai atau mengubah kebiasaan menjadi lebih produktif dan menyukai genre non fiksi pengembangan diri. 


Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

#mulaimenulisdiblog


Senin, 21 Februari 2022

Ulasan buku "KENANG" - Arief Aumar

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini saya akan menulis ulasan buku yang baru selesai dibaca, judulnya Kenang. Berikut foto bukunya: 


Buku "KENANG" ditulis oleh Arief Aumar dan diterbitkan mediakita pada tahun 2018. Buku ini berisi beberapa cerpen yang terinspirasi dari kisah penulis di masa lalu dengan mantan kekasihnya setelah mengalami patah hati. Buku ini bergenre romantis. 


Buku ini menurut saya baik dalam pemilihan kata karena puitis namun masih dapat dipahami. Kata-kata yang indah sehingga membuat pembaca akan dapat merasakan perasaan sedih yang dialami tokoh utama dalam setiap cerita. Saya sendiri agak takut sih dengan gambar sampul depannya, tetapi warnanya bagus. Untuk spasi atau jarak dalam halaman-halaman awal bukunya agak kurang rapi, namun bagian tengah ke akhir baik. Pemilihan bentuk atau font tulisan juga baik. Saya membaca buku ini ketika hujan turun agar dapat lebih menghayati dan mengingat beberapa kenangan di masa lalu. 


Beberapa kalimat yang menurut saya baik dalam buku ini di antaranya adalah sebagai berikut:

 - "Melupakan tidak semudah memaafkan. Terkadang setelah diri sudah mencoba melupakan, kenangan datang membawa ingatan pedih yang sulit tuk dihempaskan." (Aumar, 2018, hal. 17). 

- "Nyatanya, hidup akan lebih indah jika kita terfokus pada masa yang akan datang. Dan, masa lalu hanyalah penghambat diri yang mendewasakan. Ia ada untuk dikenang. Ia ada untuk dilupakan." (Aumar, 2018, hal. 25-26). 

- "Melupakan adalah fase terberat dari perpisahan. Oleh karena itu, kadang hati hanya perlu mengikhlaskan, bukan melupakan." (Aumar, 2018, hal. 78). 


Buku ini cocok untuk orang yang menyukai genre romantis dan punya pengalaman putus atau patah hati dengan sang mantan kekasih di masa lalu. 


Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

#mulaimenulisdiblog

Minggu, 30 Januari 2022

Ulasan Buku " The 5Am Club" Karya Robin Sharma Versi Terjemahan Bahasa Indonesia

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 
 Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini saya akan mengulas buku The 5Am Club karya Robin Sharma. Berikut foto bukunya:
Buku The 5Am Club ini ditulis oleh Robin Sharma dan diterbitkan pertama kali tahun 2018. Kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Tantie Kustiantie dan diterbitkan Penerbit Bhuana Ilmu Populer, punya saya ini cetakan kedua tahun 2019. Saya membeli buku ini preloved dari teman komunitas bookstagram yang saya ikuti. Buku ini bergenre non fiksi pengembangan diri. 

 Buku The 5Am Club menceritakan tentang seorang pemikat yang memberikan inspirasi pada banyak orang. Suatu hari sang pemikat sakit dan para hadirin yang hadir mengikuti sebuah klub untuk menjadikan orang lebih meningkatkan hidupnya dengan cara memulai hari pada pukul 5 pagi. Pada pukul 5 pagi hingga pukul 6 pagi diisi oleh kegiatan untuk membangun rutinitas pagi yang baik seperti berolahraga, sarapan, menulis journal, dan membaca buku atau melakukan hal produktif lainnya. Tentunya hal ini perlu pembiasaan dan komitmen yang tinggi karena prosesnya panjang. 

 Buku ini yang bahasa Inggris lebih tipis, kalau versi terjemahan ini mencapai sekitar 450 halaman, cukup tebal menurut saya. Terjemahannya agak kaku namun cukup dapat dimengerti. Dari segi sampul menarik sekali gambarnya. 

 Banyak sekali kalimat yang menarik dalam buku ini, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut: 
 - "Terkait hubungan antarmanusia, saya hanya mau dikelilingi manusia yang meningkatkan kebahagiaan, menambah kedamaian, dan mendorong saya menjadi manusia yang lebih baik. Hidup terlalu berharga untuk dihabiskan bergaul dengan orang yang tidak memahami Anda. Orang yang Anda rasa tidak cocok diajak bergaul. Orang yang mempunyai nilai-nilai berbeda dan standar yang lebih rendah dari Anda. Orang yang memiliki Pola Pikiran, Pola Hati, Pola Kesehatan, dan Pola Jiwa yang berbeda. Besar dan kuatnya pengaruh lingkungan kita dalam membentuk produktivitas serta dampak kita merupakan suatu keajaiban kecil." Sharma (2019, hal. 28).
 - "Orang biasa dapat mencapai prestasi luar biasa, begitu mereka melakukan secara rutin kebiasaan yang benar." Sharma (2019, hal. 35).
 - "Waktu Anda terbatas, jadi jangan menyia-nyiakannya dengan menjalani kehidupan orang lain. Jangan terjebak oleh dogma- yakni menjalani hidup dengan hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan pendapat orang lain menenggelamkan suara batin Anda sendiri. Miliki keberanian untuk mengikuti hati dan intuisi Anda. Keduanya entah bagaimana sudah tahu apa yang sebenarnya menjadi cita-cita Anda." Jobs (dalam Sharma, 2019, hal. 73). 

 Buku ini cocok untuk teman-teman yang menyukai tentang habit, pengembangan diri, dan non fiksi. 

 Sekian ulasan saya kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya. 
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 
#mulaimenulisdiblog

Kamis, 13 Januari 2022

Ulasan buku SENI MENGATUR KEUANGAN KELUARGA DALAM SEGALA SITUASI - RICHARD MAHAPUTRA

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di Augina Putri's blog. Kali ini aku mau mengulas buku yang berjudul Seni Mengatur Keuangan Keluarga dalam Segala Situasi. Berikut foto bukunya: 


Buku ini memiliki beberapa judul. Bagian sampul berjudul Seni Mengatur Keuangan dalam Segala Situasi. Bagian dalam berjudul Seni Mengelola Keuangan dalam Segala Situasi. Bagian samping buku berjudul Seni Berjualan Laris Manis dalam Segala Situasi. Penulisnya adalah Richard Mahaputra di bagian sampul depan namun di bagian pengantar penulis bernama Desyana Eruka. Buku ini diterbitkan Scritto Books Publisher tahun 2021. Aku mendapatkan buku ini di Solusi Distribusi karena memenangkan giveaway. 


Buku Seni Mengatur Keuangan dalam Segala Situasi ini berisi tentang mengatur keuangan tentunya. Di dalam buku ini juga berisi tentang bagaimana krisis di Indonesia dan dunia, meninjau tujuan keuangan, menganalisis kondisi keuangan, mengatur gaya hidup dan pengeluaran, metode Kakeibo, mencari alternatif sumber penghasilan baru, melakukan investasi, tetap berbagi di masa sulit, dan saving challenge atau tantangan menabung. 


Buku ini membingungkan dari segi judul dan pengantar penulis entah salah cetak atau bagaimana sehingga berbeda penulisannya. Dari segi tulisan, isi, pemilihan warna, dan bentuk tulisan baik. Aku cukup menikmati dan senang dengan buku ini. 


Buku Seni Mengatur Keuangan dalam Segala Situasi ini memiliki beberapa kalimat yang bagus, di antaranya:

- "Ingat, Tuhan tidak pernah memberikan ujian di luar batas kemampuan umat-Nya." Mahaputra (2021, hal. 11).

- "Perencanaan keuangan memberi tahu Anda ke mana uang Anda akan digunakan, bukan membuat Anda penasaran ke mana uang Anda sudah digunakan." Ramsey (dalam Mahaputra, 2021, hal. 13).

- "Jadilah orang yang dermawan, tetapi jangan menjadi pemboros. Jadilah orang yang hidup sederhana, tetapi jangan menjadi orang yang kikir." Ali bin Abi Thalib (dalam Mahaputra, 2021, hal. 43). 

- " Namun, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa menulis dengan tangan dapat mendorong Anda lebih sadar sambil mengakui pemicu di balik kebiasaan buruk Anda- dalam hal ini pengeluaran yang tak terkendali. Menulis dengan tangan, menurut hasil penelitian, juga dapat meningkatkan proses memahami informasi dan pembelajaran dibandingkan dengan mengetik di laptop ataupun peralatan digital lainnya." Mahaputra (2021, hal. 64).

Buku ini direkomendasikan untuk yang memerlukan cara mengatur keuangan atau yang suka genre keuangan.

Sekian postingan kali ini, sampai bertemu di postingan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 


Kamis, 02 Desember 2021

Ulasan Novel Kim Ji-Yeong, Lahir Tahun 1982

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Selamat datang di Augina Putri's Blog. 

Kali ini aku akan mengulas novel yang baru selesai kubaca, berjudul Kim Ji-Yeong, Lahir Tahun 1982. Berikut foto bukunya:


Novel Kim Ji-Yeong, Lahir Tahun 1982 ditulis oleh Cho Nam-Joo dengan judul asli 82년생 김 지 영 dan diterbitkan di Korea tahun 2016. Kemudian novel ini dialihbahasakan oleh Iingliana dan diterbitkan Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama tahun 2019. Punyaku ini terbitan tahun 2020 cetakan ketujuh. 


Novel ini menceritakan seorang perempuan bernama Kim Ji-Yeong yang menjadi seorang ibu dan tak sadar telah mengalami gangguan kesehatan mental, namun suaminya menyadarinya. Setelah ditelusuri ke kehidupan lamanya, ternyata berawal dari masalah patriarki dalam keluarganya maupun sekolahnya dan tekanan gender perempuan yang dituntut untuk bisa ini dan itu serta banyak hal lainnya. Kemudian Kim Ji-Yeong dibawa berobat ke psikiater. 


Novel Kim Ji-Yeong, Lahir Tahun 1982 ini memiliki alur maju-mundur. Pada bagian awal di masa Kim Ji-Yeong sudah mempunyai anak, kemudian tengah-akhir mundur sejak ia lahir hingga mempunyai anak. Sampul depannya juga menarik karena berwajah seorang perempuan dan menggambarkan isinya. Isu yang diangkat dalam buku ini juga menarik namun jika tak memahami tentang budaya di Korea akan kesulitan memahami isu ini. Pantas saja buku ini menjadi buku bacaan member BTS dan banyak artis lain yang membacanya juga.  


Beberapa kalimat yang menurutku menarik dalam buku ini adalah sebagai berikut:

1. Gurunya tersenyum."Anak laki-laki biasanya sering mengganggu anak perempuan yang mereka sukai. ..." Joo (2020, hal. 39). 

2. Jika kita menyukai seseorang, bukankah kita seharusnya bersikap lebih ramah dan bersahabat? Itulah yang harus kita lakukan pada teman-teman kita, keluarga kita, bahkan anjing dan kucing kita. Joo (2020, hal. 39).

3. Penyesalan dan kekesalan yang timbul akibat pengorbanan yang dipaksakan sangat mendalam, dan pada akhirnya itulah yang merusak hubungan dalam keluarga. Joo (2020, hal. 71). 

4. Setelah menjadi ibu rumah tangga, Kim Ji-yeong sering merasa bahwa masih ada dualisme dalam pendapat orang-orang tentang ibu rumah tangga. Kadang-kadang mereka meringankan situasi dengan berkata bahwa menjadi ibu rumah tangga sama dengan bersantai-santai saja di rumah. Kadang-kadang mereka justru menganggap menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang paling penting di dunia. Karena apabila sesuatu sudah diberi harga, seseorang harus membayarnya." Joo (2020, hal. 149).


Novel Kim Ji-Yeong, lahir tahun 1982 ini kurasa cocok untuk dibaca usia SMA, kuliah, atau kerja, dan sudah berumah tangga. Lebih cocok lagi kalau menyukai dan paham tentang budaya Korea, karena isu dalam novel ini mengangkat masalah-masalah di Korea. 


Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  

Sumber: Joo, C. (2020). Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama