Pengikut

Rabu, 22 Februari 2023

Review Buku Kumpulan Cerpen Empat Musim Cinta

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mengulas buku yang baru selesai kubaca yaitu Empat Musim Cinta. Berikut foto bukunya: 



Buku Empat Musim Cinta merupakan buku kumpulan cerpen yang ditulis oleh delapan penulis, yaitu Adhitya Mulya, Andi F. Yahya, Hotma Juniarti, Andi Fauziah Yahya, Okke 'Sepatumerah', Rizki Pandu Permana, S.A.Z Al-Fansyour, dan Veronika Kusuma Wijayanti. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit GagasMedia pada tahun 2010, punyaku cetakan tahun 2011. Buku kumpulan cerpen ini bergenre fiksi romantis. Tebalnya 171 halaman. Buku Empat Musim Cinta memiliki 16 cerita pendek. 


Sampul buku kumcer ini ilustrasinya bagus, memakai gambar pohon dengan berdaun pink atau merah muda. Warna pada sampulnya juga menggunakan warna pink, sehingga melambangkan perasaan cinta atau kesan romantis. Terdapat gambar setiap babnya berbentuk hati dengan tulisan i love you dalam berbagai bahasa, menarik sekali. Penggunaan gaya bahasa dalam buku ini cukup gaul sehingga pas untuk dibaca dewasa awal. Penulisannya juga cukup rapi, jarang ada saltik atau beda spasi. 


Blurb: 

Ketika bangun di pagi hari, aku memikirkan dirimu.

Ketika bersiap-siap tidur, aku memikirkanmu juga.

Dan di antara rentang waktu itu, aku memikirkan kita ....

Bersiap-siaplah dibuai oleh 16 buah cerita manis karya 8 orang penulis berbakat. Bebaskan dirimu untuk tersipu-sipu, tergelak, bahkan mungkin sampai menangis. Kenapa tidak?

Tak ada yang salah atau benar. Karena cinta yang membuatmu begitu ....

Peringatan untuk teman-teman online yang memiliki pengalaman toxic relationship khususnya perselingkuhan, buku ini bisa menjadi trigger. 


Beberapa kalimat yang aku suka dari buku ini adalah sebagai berikut: 

- "... rasa ketika diperturutkan, bertentangan dengan norma dan aku masih bersyukur untuk tidak menuruti rasa." Mulya dkk (2011, hal. 38)

- "Ya, ampun, Andrea! Nista tau nggak sih, buka-buka barang pribadi orang!" Mulya dkk (2011, hal. 96)

- "Mengapa mereka menyalakan telepon selularnya pada saat pesawat ini belum mendarat sempurna?" Mulya dkk (2011, hal. 115)


Buku ini kurekomendasikan untuk teman-teman online yang menyukai genre fiksi romantis. Buku Empat Musim Cinta ini sedang aku jual dari koleksi pribadiku karena aku lagi BU untuk keperluan pentingku dan agar bisa memberi ruang pada rak bukuku yang sudah sangat penuh. Kalau tertarik membeli, bisa kirim pesan ke Instagram @nadya_donna. 


Sekian postingan kali ini, sampai bertemu di postingan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

#mulaimenulisdiblog

Rabu, 08 Februari 2023

Review Buku Tabah seperti Tanah Basah oleh Hujan - Andromeda Nisa'

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mengulas buku yang baru selesai kubaca. Berikut foto bukunya: 

Pernahkah teman-teman online mengalami kesedihan akibat cinta tak terbalas, patah hati, dan ditinggalkan pasangan? Kalau pernah, buku ini cocok untuk kalian. Buku Tabah seperti Tanah Basah oleh Hujan ditulis oleh Andromeda Nisa' dan diterbitkan Penerbit C-Klik Media tahun 2022. Buku bergenre non fiksi pengembangan diri ini berupa kumpulan esai tentang patah hati yang terdiri dari tiga bab. Bab pertama berjudul Balada, Patah Hati, Kotak Pesan. Bab kedua berjudul Melepaskan Atau Dilepaskan. Bab ketiga berjudul Menceritakan Kesedihan. 

Buku Tabah seperti Tanah Basah oleh Hujan merupakan catatan penulisnya tentang perasaannya yang patah hati, bagaimana untuk menghadapi rasa sedih yang datang, dan kemudian menjadi tabah dengan apa yang terjadi. Buku ini cocok dibaca saat sedang sedih dan hujan turun menurutku. Dari ilustrasi sampul buku dan isinya, menurutku bagus. Diksi (pemilihan kata) baik sekali sehingga mudah dipahami. Namun pengaturan spasinya yang tidak konsisten dan terdapat saltik membuatku agak kurang nyaman saat membacanya. Penulisan judulnya untuk kata Seperti dan Oleh seharusnya ditulis kecil. Aku membaca buku ini sampai menangis gara-gara teringat sang pujaan hati di masa lalu yang kini sudah menjadi mantan, baik mantan pacar maupun mantan gebetan. 

Beberapa kalimat yang aku suka dari buku ini adalah sebagai berikut:
- " Alih-alih ingin melupakan, manusia seringkali terjebak pada sebuah kenangan. Manusia sibuk menerka-nerka, mengamati kedatangan dan kepergian di sekitar mereka. Atau bahkan mereka tak peduli akan hal itu. Hujan yang menangis jatuh ke pangkuan bumi. Tanah yang basah selalu tabah merengkuh ketetapan untuknya." Nisa' (2022, hal. 4)
- " Kau tahu? Bagian menyesakkan itu bukan saat aku melepasmu. Tetapi ketika aku dilepaskan olehmu. Tidak diupayakan lagi dalam hidupmu." Nisa' (2022, hal. 10)
- " Terima kasih sudah melepasku. Terima kasih sudah pernah memperjuangkanku. Terima kasih sudah pernah baik kepadaku. Tak apa, aku baik-baik saja setelah ini. Meski pada akhirnya masing-masing dari kita memilih untuk saling tak mengenal dan memilih untuk saling melupakan. - September dan April." Nisa' (2022, hal. 163)

Buku Tabah seperti Tanah Basah oleh Hujan kurekomendasikan untuk teman-teman online yang suka membaca esai tentang kesedihan, galau, patah hati, dan pengembangan diri. Buku ini dapat dibeli secara online melalui akun Instagram @klikmedia, @solusibuku, dan @solusibaca. 

Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  

#mulaimenulisdiblog

Minggu, 22 Januari 2023

Review Buku Self Love - Janeera Amba

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mengulas buku yang baru selesai kubaca, yaitu Self Love. Berikut foto bukunya: 

Pernahkah teman-teman online merasakan insecure karena mempunyai badan yang tidak proporsional atau memenuhi standar masyarakat sekitar, tidak pandai seperti orang lain, karir belum stabil, takut banyak hal, sering menangis hingga disebut cengeng, dan dibilang tak bisa mandiri karena masih tinggal dengan orang tua? Kalau pernah, berarti kalian perlu yang namanya mencintai diri sendiri dan buku ini cocok untuk kalian. 
    
    Buku Self Love ditulis Janeera Amba dan diterbitkan oleh Penerbit C-Klik Media. Buku yang kupunya ini terbitan tahun 2022. Buku ini bergenre non fiksi pengembangan diri. Judulnya singkat namun ilustrasi sampul bukunya cukup menggambarkan isinya. Berisi tentang pengalaman hidup penulisnya dan terkait dengan permasalahan dalam kehidupan yang dapat menimbulkan insecure serta cara mencintai diri sendiri agar tak insecure lagi. Menurutku diksinya mudah dipahami meskipun ceritanya mungkin ada yang berhubungan dengan pembaca dan ada juga yang tidak. Desain untuk kalimat penting dan kutipan tokoh terkenalnya bagus sehingga tidak membosankan. Meskipun terdapat saltik tapi buku ini cukup baik menurutku dalam pengaturan spasinya. 
    
    Seringkali kita merasa tidak aman atau insecure karena memikirkan bahwa diri kita berbeda dari standar masyarakat di sekitar kita. Padahal, setiap orang mempunyai pengalaman hidupnya masing-masing dengan waktu yang berbeda sehingga tidak bisa disamakan dengan orang lain di sekitarnya. Memang selama ini rasanya salah kalau harus memenuhi standar yang berlaku di masyarakat karena setiap orang memiliki standarnya masing-masing. Umur sekian harus punya kerja, tabungan, sudah menikah, punya anak, tinggi badan dan berat badan sekian, dan lain-lain. Kalau mengikuti standar-standar tersebut, kita akan merasa semakin insecure dan insecure sendiri sudah tergolong pada kondisi mental yang tidak sehat. Oleh karena itu, diperlukan mencintai diri sendiri atau self love agar kesehatan mental kita kembali baik dan tidak merasa insecure lagi. 
    
    Berdasarkan Putri (2022), Insecure atau perasaan tidak aman merupakan keadaan mental ketika merasa cemas, takut, gelisah, dan melakukan sesuatu dengan hati-hati. Bisa juga merasa rendah diri dan membandingkan keadaannya dengan orang lain kemudian tidak mau meninggalkan zona nyamannya. (1) 
    
    Buku Self Love ini memaparkan cara bagaimana menjadi diri sendiri, permasalahan dalam hidup seperti orang lain merendahkan kita, lingkungan toxic, postingan medsos yang membuat insecure, permasalahan bentuk tubuh, karir, pendidikan, dan perasaan takut hinga pesimis, serta cara untuk menghadapinya dengan mencintai diri sendiri berdasarkan pengalaman hidup penulisnya. 

    Beberapa kalimat yang kusuka dalam buku ini adalah sebagai berikut:

- "Mencintai diri sendiri artinya kamu bisa menerima kelebihan dan kekuranganmu tanpa syarat." Amba (2022, hal. 10)

- "Gengsi tak membuatmu kaya, justru membuatmu merana." Setiabudi (Amba, 2022, hal. 19)

- "Pilihanmu untuk jujur lebih tepat daripada menyesali orang-orang yang pergi karena kamu jujur." Amba (2022, hal. 66)

- "Untuk apa sebuah hubungan dipertahankan jika orang yang bersamamu tidak bisa meletakkan kepercayaannya padamu?" Amba (2022, hal. 93)

- "Untuk apa sebuah hubungan dipertahankan jika orang yang bersamamu membatasimu berkembang, bergerak, dan menjalin pertemanan?" Amba (2022, hal. 93)

 

   Buku Self Love kurekomendasikan untuk teman-teman online yang suka genre non fiksi pengembangan diri. Buku ini dapat dibeli secara online melalui akun @klikmedia, @solusibuku, dan @solusibaca.


Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya. 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

#mulaimenulisdiblog

* Sumber pengertian Insecure: 

Putri, N. (2022). Kesehatan Mental dalam Buku Kumpulan Cerpen BERJUTA RASANYA Karya Tere Liye (Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk). (Tesis). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. 

Minggu, 08 Januari 2023

Review Buku This is Me! Whatever You Say. Beranilah, Nanti-nanti Keburu Mati - Muhajjah Saratini

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mengulas buku yang baru selesai kubaca, yaitu This is Me! Whatever You Say. Beranilah, Nanti-nanti Keburu Mati. Berikut foto bukunya:


Buku This is Me! Whatever You Say. Beranilah, Nanti-nanti Keburu Mati ditulis Muhajjah Saratini dan diterbitkan oleh Penerbit C-Klik Media. Punyaku bukunya terbitan tahun 2022. Buku ini bergenre non fiksi pengembangan diri. Menurutku judul bukunya kepanjangan, jadi berikutnya akan kutulis This is Me! saja. 

Setiap orang pasti mempunyai hal yang menurutnya menyenangkan dan meyakinkan untuknya. Tetapi di lingkungan hidup manusia sering terjadi berbagai komentar negatif, tuntutan, atau pertanyaan-pertanyaan yang bersifat keingintahuan saja malah datang dari orang terdekat. Maka seringkali kita menjadi orang yang hilang arah dan tujuan, hanya mengikuti hal-hal standar di masyarakat tersebut agar tak mendapatkan komentar negatif lagi. Karena mengikuti hal-hal tersebut, hidup menjadi tidak bebas dan kehilangan diri sendiri. 

Buku This is Me! ini mengajak pembaca untuk kembali ke arah yang benar dan tidak menjadi seperti diri orang lain. Materinya ada penjelasan tentang perasaan bosan, kebutuhan manusia, kepribadian, mengenali diri, menyadarkan diri hidup di masa sekarang, pelajaran hidup dasar seperti sopan santun serta adaptasi, dan lain-lain. Buku ini dilengkapi kuis kepribadian dan kolom kosong untuk menulis apa yang dirasakan dan dapat mengekspresikan diri. 

Menurutku buku ini baik isinya karena penuh dengan hal-hal yang penting untuk bisa menjadi diri sendiri dan bermanfaat untuk kita berada di lingkungan sosial. Untuk bagian sampul buku, ilustrasinya baik namun rasanya lebih baik kalau nama penulis ditulis di atas, tidak menempel pada gambar. Spasi antarkata dalam buku ini juga masih sedikit kurang rapi. Diksinya bagus karena mudah dipahami. Judul bukunya panjang sekali, akan menjadi baik kalau dibuat lebih singkat. 

Beberapa kalimat yang aku suka dalam buku ini adalah sebagai berikut: 

- "Oleh karena itu, manusia sebagai makhluk individu unik, tidak dapat disamakan, meskipun diberlakukan hal yang sama pada dirinya." Saratini (2022, hal. 25)

- "Hal yang dianggap sepele bagi seseorang, bisa saja sangat menyakitkan bagi orang lain." Saratini (2022, hal. 30)

- "Kita tidak bisa mengatur hal yang diucapkan orang-orang. Hal yang bisa kita lakukan adalah menyaring ucapan-ucapan itu melalui telinga kita." Saratini (2022, hal. 87)

- "Bersikap santun kepada orang lain tidak menunjukkan dirimu lebih rendah. Itu artinya, kamu tahu batasan." Saratini (2022, hal. 105)

Buku This is Me! Whatever You Say. Beranilah, Nanti-nanti Keburu Mati kurekomendasikan untuk teman-teman online yang suka genre non fiksi pengembangan diri. Buku ini dapat dibeli secara online dengan menghubungi akun Instagram @klikmedia, @solusibaca, dan @solusibuku.

Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya. 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

#mulaimenulisdiblog

Kamis, 29 Desember 2022

Review Novel Rindu - Tere Liye

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mengulas novel yang sudah kubaca berulang kali yaitu Rindu. Berikut foto bukunya: 


Novel Rindu ditulis oleh Tere Liye dan diterbitkan oleh Republika Penerbit tahun 2014. Buku punyaku cetakan bulan April tahun 2015. Novel ini cukup tebal yaitu berjumlah 544 halaman. Sampul bukunya cukup sederhana tapi bagus menurutku pemilihan warnanya. Pemilihan tulisan untuk di sampul bukunya juga bagus. Pemilihan katanya juga baik. 

    Novel Rindu menceritakan tentang kisah-kisah para penumpang kapal BLITAR HOLLAND selama perjalanan untuk menunaikan ibadah haji pada masa Indonesia belum merdeka. Kisah bagaimana perasaan kehilangan yang dialami salah satu penumpang kapal dan akhirnya ikhlas merelakan, perasaan benci atas seseorang di masa lalu, dan kerinduan pada orang yang akan dilupakan. Perasaan-perasaan tersebut memunculkan banyak pertanyaan dan terdapat kaitannya dengan niat dan alasan melakukan perjalanan untuk menunaikan ibadah haji dengan menggunakan kapal BLITAR HOLLAND ini. 

    Tokoh-tokoh dalam novel Rindu beragam dan memiliki karakter khas setiap tokohnya. Ada Daeng Andipati seorang pebisnis sukses dan dipandang baik oleh masyarakat di daerahnya beserta istri, bi Ijah, dan kedua anaknya yang pintar serta menggemaskan yaitu Elsa dan Anna. Ada juga ulama terkenal bernama Ahmad Karaeng dan biasa dipanggil Gurutta, seorang keturunan pejuang terkenal dan ulama masyhur di masa lalu. Ada juga tokoh Ambo Uleng, seorang kelasi yang pendiam namun sangat baik hati. Ada pasangan orang tua amat mesra, Mbah Kakung dan Mbah Putri, yang selalu bergandengan tangan dan mendampingi satu sama lain. Tokoh yang kusuka dari novel ini adalah Anna, karena dia lucu sekali dan suka bertanya tentang berbagai macam hal.  

    Banyak sekali pelajaran tentang kehidupan yang dapat diambil dari novel ini. Beberapa kalimat di antaranya yaitu sebagai berikut: 

- "Buku adalah sumber ilmu tiada ternilai, mengisi waktu kosong dengan membaca adalah pilihan baik selama di kapal." Gurutta (dalam Liye, 2015, hal. 58)

- "Kabar baik bagi kau, karena ketahuilah, barang siapa yang tulus menolong saudaranya, maka Allah akan menolong dirinya. Itu janji Tuhan yang pasti. Semoga kau termasuk di dalam golongan itu." Gurutta (dalam Liye, 2015, hal. 139)

- "Tidak perlu janji. Insya Allah sudah lebih dari cukup, Nak. Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok lusa." Gurutta (dalam Liye, 2015, hal. 172)

- "Maka jangan pernah merusak diri sendiri. Kita boleh jadi benci atas kehidupan ini. Boleh kecewa. Boleh marah. Tapi ingatlah nasihat lama, tidak pernah ada pelaut yang merusak kapalnya sendiri. Akan dia rawat kapalnya, hingga dia bisa tiba di pelabuhan terakhir. Maka, jangan rusak kapal kehidupan milik kau, Ambo, hingga dia tiba di dermaga terakhirnya." Gurutta (dalam Liye, 2015, hal. 284)

- "Orang lain hanya melihat luar. Maka, tidak relevan penilaian orang lain." Gurutta (dalam Liye, 2015. hal. 313)

- "Berhenti lari dari kenyataan hidupmu. Berhenti cemas atas penilaian orang lain, dan mulailah berbuat baik sebanyak mungkin." Gurutta (dalam Liye, 2015, hal. 315)

- "Kenapa kita tetap memutuskan membenci? Karena boleh jadi, saat kita membenci orang lain, kita sebenarnya sedang membenci diri sendiri." Gurutta (dalam Liye, 2015, hal. 373)

- "Kang Mas, Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Segala sesuatu yang kita anggap buruk, boleh jadi baik untuk kita. Sebaliknya, segala sesuatu yang kita anggap baik, boleh jadi amat buruk bagi kita." Gurutta (dalam Liye, 2015, hal. 470)

- "Wahai langit yang gelap, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga  rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja." Gurutta (dalam Liye, 2015, hal. 495)

    Novel ini kurekomendasikan untuk teman-teman pembaca blogku yang menyukai genre fiksi, potongan kehidupan, dan romantis. 

Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

#mulaimenulisdiblog

Kamis, 10 November 2022

Review Novel How to be a Writer - Primadonna Angela

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mengulas novel yang baru selesai kubaca. Berikut foto bukunya:


    Novel How to be a Writer ditulis oleh Primadonna Angela dan diterbitkan Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama tahun 2012. Novel ini bergenre teenlit atau sastra remaja. Karena termasuk sastra remaja, maka ceritanya mengangkat tokoh atau permasalahan di kalangan remaja. Tebalnya sekitar 231 atau 232 halaman. 


    Novel How to be a Writer ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama berisi tentang cerita novelnya dan bagian kedua adalah tips-tips menjadi penulis dari awal menulis naskah hingga selesai lalu dikirim ke penerbit. Pada bagian pertama berisi tentang Zoya Zinnia, seorang remaja perempuan yang suka menulis dan merasa tulisannya bagus sehingga gurunya yang bernama Bu Molly memuji tulisannya. Hingga suatu ketika Bu Molly harus cuti dan digantikan oleh Bu Selma yang selalu mengkritik tulisan Zoya dengan tajam sehingga Zoya kesal dan benci pada guru pengganti itu. Namun hal itu tidak mematahkan semangat Zoya untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan menulisnya karena ia ingin menjadi seorang penulis seperti penulis kesukaannya, Andita Letta. Pada bagian kedua dijelaskan tips-tips menulis mulai dari niat, cari motivasi, menulis sebagai hobi atau profesi, hal yang ingin disampaikan, menggagas ide, zona nyaman, ide yang solid, latar, karakter, konflik, perlihatkan suasana, akhir yang manis, mengatasi writer's block, menerbitkan naskah, tips menulis, kesimpulan, dan penutup. 


    Novel ini cukup menarik buatku karena selain terdiri dari cerita terdapat juga tips-tips menulis. Ilustrasi sampul bukunya juga menarik dan pemilihan warnanya bagus. Ada yang membuatku agak tidak nyaman saat membaca buku ini yaitu perbedaan spasi antar katanya. Selebihnya sih baik. 


    Beberapa kalimat yang kusukai dari novel How to be a Writer ini adalah sebagai berikut:

- "Apa kata salah satu penulis kesayanganku? Perbanyak membaca dan menulis, juga latihan, untuk meningkatkan kualitas tulisanmu." Angela (2012, hlm. 36)

- " Janji adalah janji, kata orangtuaku, dan yang membedakan mereka yang konsisten dan pedulian dengan yang tidak, adalah seberapa banyak janji itu ditepati." Angela (2012, hlm. 57)

- " Hm, betapa mudahnya orang berjanji kemudian melupakannya begitu saja." Angela (2012, hlm. 58)


    Novel How to be a Writer ini kurekomendasikan untuk teman-teman online yang menyukai genre fiksi terutama teenlit. 


Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya. 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

#mulaimenulisdiblog

Jumat, 14 Oktober 2022

Review Atomic Habits - James Clear

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mengulas buku yang baru selesai kubaca, yaitu Atomic Habits. Berikut foto bukunya: 


Buku Atomic Habits ditulis oleh James Clear dan diterbitkan versi bahasa Indonesia oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama tahun 2019. Buku punyaku ini hadiah giveaway dari teman onlineku, kak @menocrea. Buku yang kumiliki ini cetakan tahun 2022 bulan Mei. Buku Atomic Habits merupakan buku bergenre non fiksi kategori self-improvement atau pengembangan diri. Buku ini termasuk buku yang laris di Indonesia karena terjual lebih dari 100.000 eksemplar. 


Buku Atomic Habits merupakan buku tentang cara membangun habit atau kebiasaan baru. Hal ini berlaku untuk membangun kebiasaan baik atau menghilangkan kebiasaan buruk. Keduanya dibahas dalam buku ini. Ada empat kaidah untuk membangun kebiasaan baru yaitu menjadikannya terlihat, menarik, mudah, dan memuaskan. Buku ini juga menjelaskan bahwa perubahan yang sangat kecil setiap harinya atau dilakukan dengan konsisten akan menghasilkan perbedaan yang besar. Seperti prinsip menabung yaitu sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Taktik untuk membuat hasil berkelanjutan dari membuat kebiasaan baru ini juga dijelaskan dengan baik dan bagaimana penerapannya dalam bisnis maupun pengasuhan anak. 


Buku ini menurutku bagus sekali di antara buku-buku tentang habit yang pernah kubaca sebelumnya. Penerjemah buku ini menerjemahkan dengan sangat baik sehingga kata-katanya mudah dipahami. Selain itu, penulis buku Atomic Habits juga menjelaskan bagaimana kebenaran tentang bakat, apakah gen berpengaruh atau tidak. Buku Atomic Habits cukup tebal, sekitar 352 halaman kalau di goodreads. 


Beberapa kalimat yang kusukai dalam buku ini adalah sebagai berikut:

- "Perubahan dari suatu perbaikan sangat kecil tapi berlanjut dalam waktu lama bisa sangat dahsyat" Clear (2022, hlm. 18).

- "Perubahan yang dihasilkan pada suatu hari tertentu mungkin terkesan kecil, tapi dampak yang terjadi setelah berbulan-bulan dan bertahun-tahun kemudian bisa dahsyat" Clear (2022, hlm. 19).

- "Itu berarti, tak penting seberapa sukses atau seberapa gagal Anda saat ini. Yang penting adalah apakah kebiasaan-kebiasaan Anda menempatkan Anda pada jalur menuju kesuksesan atau tidak" Clear (2022, hlm. 21). 


Buku Atomic Habits kurekomendasikan untuk teman-teman pembaca blogku yang menyukai genre non fiksi pengembangan diri atau sedang berusaha membuat kebiasaan baru bersifat baik. 


Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya. 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

#mulaimenulisdiblog