Pengikut

Minggu, 20 Januari 2019

Waktu Tetanggaku di Semarang Datang ke Bandung (tahun 2017)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat datang di Augina Putri's blog. Kali ini aku akan menceritakan pengalaman saat tetanggaku di Semarang dulu datang ke Bandung pada tahun 2017 lalu.

Pada bulan Juli 2017, tetangga-tetanggaku datang dari Semarang menaiki kereta dan dijemput oleh pak supir dengan mobil hiace (semacam mobil travel gitu). Katanya karena salah satu tetangga kami di Semarang, Diella Aisyah (teman SDku dan juga tetanggaku), menikah di Bandung. Lalu, tetangga-tetanggaku pada menginap di hotel, hanya Putri Nur S. (teman masa kecilku, tetangga depan rumahku) yang menginap di rumahku dan tidur bersamaku, sedangkan ibunya tidur di hotel bersama ibu-ibu yang lain.

Acara pernikahan tersebut tanggal 9 Juli 2017. Sehari sebelum acara tersebut, ketika ibu-ibu dan ibuku juga ikut jalan-jalan ke Lembang, aku dan Putri jalan-jalan ke mall. Kami jalan-jalan ke BIP, dari rumahku naik angkot 2x ditambah menyebrang jalan. Biasalah cewek, jalan-jalan ke mall, lihat barang-barang bagus, membeli yang diinginkan dan dibutuhkan, makan sambil curcol-curcol, kalau tidak salah sih kami juga main game di Timezone dan karaoke di Pitch Karaoke. Setelah itu, pulang ke rumah. Kalau tidak salah sih setelah kami sampai ke rumah, Putri dijemput dan dia kembali ke hotel. Berikut foto-foto sehari sebelum acara.
















Foto-foto di atas waktu ibu-ibu rombongan Semarang dan ibuku berjalan-jalan di Lembang



Foto-foto di atas waktu rombongan ibu-ibu tetangga Semarang menjemput ibuku dan mengantar Putri. (tukeran tempat gitu)

Saat acara hari pernikahan Diella Aisyah, kami tentunya berfoto, dari acara akad nikah hingga resepsi dan sorenya rombongan Semarang pulang ke Semarang naik kereta. Berikut foto-fotonya.
 Ini fotoku sama Putri





Ini fotoku sama Putri dan Afif (anak tante Ari, tetanggaku juga)



Foto bersama Putri, Afif, dan Evan (Adiknya Diella)




Ini foto waktu di acara resepsi pernikahan Diella. 

Foto-foto di atas waktu di Stasiun Bandung, mengantar rombongan Semarang pulang naik kereta

Foto-foto ini dari fotograferku, Afif. Kecilnya pendiam banget, besarnya nggak bisa diam, wkwkwk. Bawa kamera ke mana-mana. Makasih, ya. :D 

Sekian postingan kali ini, sampai bertemu di postingan selanjutnya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sabtu, 19 Januari 2019

Pengalaman ke Yogyakarta (tahun 2017)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat datang di Augina Putri's blog. Kali ini aku akan menceritakan pengalamanku ke Yogyakarta pada tahun 2017 bulan Januari.

Suatu hari pada bulan Januari 2017, ibuku mendapatkan telepon, berita dari tanteku yang di Yogyakarta bahwa eyang Ju (adik kandung nenekku, tantenya ibuku) meninggal dunia. Ibuku langsung panik saat itu dan ingin segera menuju Yogyakarta. Pada saat itu, kakak-kakakku dan ayahku tak dapat pergi ke Yogyakarta karena ada urusan pekerjaan. Sehingga diputuskanlah aku yang menemani ibuku pergi ke Yogyakarta. Kakakku dengan cepat memesan tiket melalui online untukku dan ibuku. Tidak butuh waktu lama, aku sudah siap dengan ranselku yang berisi baju-baju yang diperlukan dan tas slempangku yang berisi perlengkapan selain baju. Lalu, aku dan ibuku diantar ke stasiun oleh ayahku.

Aku dan ibuku ke Yogyakarta menaiki kereta. Dari Bandung berangkat pagi, sampai di Yogyakarta sudah sore. Makan siangku dan ibuku di kereta, kami makan hoka-hoka bento (beli di stasiun), karena menu makanan di kereta sekarang tak menarik buat kami berdua. Saat sampai di Yogyakarta, kami dijemput oleh teman ibu dan ayahku sewaktu kami sekeluarga tinggal di Manado. Waktu aku di Manado, aku masih bayi, dari lahir hingga umurku 2 tahun aku tinggal di Manado. Komentar dari teman-teman ibuku adalah aku sudah besar, terakhir bertemu aku masih bayi. Setelah itu kami diantar langsung ke rumah duka, rumah almarhumah eyang Ju, di perumahan dosen UNY (karena almarhum eyang Amien, suami almarhumah eyang Ju, adalah dosen UNY).

Sekilas tentang eyang Ju, eyang Ju pernah tinggal bersama nenekku di Jakarta sewaktu masih muda. Lalu sewaktu keluargaku tinggal di Semarang, keluargaku sering mengunjungi eyang Ju di Yogyakarta karena dari Semarang ke Yogyakarta tidak terlalu jauh. Saat orangtuaku ada acara di Yogyakarta (biasanya sih acara ujian olahraga tenaga dalam di pantai Parangtritis atau pantai Parangkusumo), aku selalu dititipkan di rumah eyang Ju. Tidur dengan eyang Ju dan bercerita banyak hal. Begitu juga dengan eyang Ju kalau ke rumahku, selalu tidur denganku dan kami bercerita banyak hal sebelum tidur. Terakhir yang kuingat, eyang Ju sempat ke Bandung, lalu tidur denganku, bertanya tentang kuliahku, dan begitu aku jawab aku kuliah bahasa Arab di UPI, eyang Ju bilang bakatku turun dari eyang kakungku (kakekku), dan senang bahwa ada yang turun ke aku dari eyang Amien (sama-sama kuliah di kampus pendidikan). Waktu eyang Ju salah kirim sms ke aku, aku memberi tahu kalau sms eyang Ju ada di aku, lalu eyang Ju jadi menyampaikan banyak pesan untukku, mendoakanku agar segera lulus kuliahnya.

Sampai di sana, kami disambut oleh tante-tanteku yang merupakan anak dari almarhumah eyang Ju. Setelah berbelasungkawa dan mendengar kronologi meninggalnya eyang Ju, kami diantar oleh tanteku ke makam. Di makam, kami berdoa untuk eyang Ju.

Oh iya, saat di sana, kami juga bertemu dengan eyang Lilik (adik kandung nenekku yang bungsu), eyang Aman (suami eyang Lilik), dan tante Sari (anak eyang Lilik). Kami menginap di penginapan yang tak jauh dari rumah duka, di penginapan Campus inn. Campus inn ini sudah lengkap kamar tidurnya, ada ac dan kamar mandi di dalam, lemari untuk menyimpan baju, dan meja kecil untuk menaruh barang-barang lain. Untuk akses internet tersedia di dekat lobby hotel, untuk makannya bisa di rumah makan sebelah penginapan ini. Lalu untuk menginapnya juga harganya terjangkau. Campus inn ini sudah menjadi langganan para keluarga wisudawan dari kampus UNY maupun kampus UGM.

Keesokan harinya, aku dan ibuku ikut keluarga eyang Lilik untuk berjalan-jalan naik mobil. Karena waktu kami terbatas (penerbangan keluarga eyang Lilik ke Jakarta sore jam 3, dan penerbanganku dan ibuku sore jam 5), kami diantar oleh pak supirnya tante Devita (aku biasa memanggilnya tante Tita) menuju ke tempat wisata yang dekat dari tempat kami menginap. Kami menuju Tebing Breksi dan Keraton Ratu Boko. Setelah menempuh perjalanan yang penuh dengan jalan menanjak, akhirnya kami sampai di Tebing Breksi.

Menurut Wikipedia, Tebing Breksi merupakan tempat wisata yang berada di kawasan Kabupaten Sleman. Lokasinya berada di sebelah selatan Candi Prambanan, dan berdekatan dengan Candi Ijo serta Kompleks Keraton Boko. Lokasi Wisata Tebing Breksi Jogja berada di Sambirejo, Prambanan,  Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55572. (sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Tebing_Breksi ) . Kenapa disebut Tebing Breksi karena Tebing ini terbuat dari batu Breksi. Batu Breksi ini adalah batuan yang berasal dari aktivitas vulkanik gunung berapi. Menurut cerita yang kudengar dari tukang parkir di sana, pada awalnya Tebing Breksi ini digunakan masyarakat sekitar untuk lokasi penambangan batuan alam, lalu juga terdapat pemotongan batuan hasil penambangan untuk dijadikan bahan dekorasi bangunan (jadi dipahat gitu menjadi bentuk naga). Lalu lokasi penambangan ini ditutup oleh pemerintah karena ternyata Tebing Breksi ini merupakan batuan yang berasal dari aktivitas vulkanik gunung api purba Nglanggeran dan tidak boleh ada kegiatan penambangan lagi, maka dijadikanlah Tebing Breksi ini sebagai tempat wisata untuk berfoto. Menurut tukang parkir itu juga bahwa dulu tempat ini masih sepi sekali, namun sejak diresmikan sebagai tempat wisata, tempat ini langsung ramai.

Waktu aku berada di sana, kulihat juga ada orang yang sedang foto pre-wedding. Aku di sana tidak berfoto, karena cuaca sangat panas, jadi aku hanya memotret saja. Berikut foto-fotonya.

Ini foto ibuku bersama eyang Lilik

Setelah dari Tebing Breksi, kami melanjutkan perjalanan ke Keraton Ratu Boko atau Keraton Boko. Menurut Wikipedia, Situs Ratu Baka atau Candi Boko adalah situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan. (sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Situs_Ratu_Baka ). Menurut legenda, tempat ini merupakan istana raja Boko, raja Boko ini adalah ayah dari Roro Jonggrang yang ada dalam legenda Candi Prambanan (yang minta dibuatkan 1000 candi dalam semalam itu, loh).

Keraton Ratu Boko ini sangat luas, juga ada gapura, lorong, dan paseban (aula untuk menghadap raja). Menurut papan informasi yang kubaca sepanjang aku menaiki tangga, keraton ratu boko ini adalah istana raja Boko, juga sebagai benteng pertahanan pada masa itu. Berikut foto-foto saat di Keraton Ratu Boko.










Setelah puas berjalan-jalan di sana, kami diantar pak sopir kembali ke rumah almarhumah eyang Ju (karena sebelum pergi sudah checkout dari penginapan), beristirahat sejenak, beres-beres dan pulang dengan penerbangan masing-masing. Ini pertama kalinya aku naik pesawat lagi setelah terakhir naik pesawat sekitar tahun 2005. Jadilah ibuku memotretku saat di bandara.

Sekian postingan kali ini, sampai bertemu di postingan berikutnya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kamis, 17 Januari 2019

Bermain Puzzle

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat datang di Augina Putri's blog. Kali ini aku akan menceritakan pengalamanku bermain puzzle.

Waktu aku masih SD, aku sering bermain puzzle bergambar Winnie the Pooh dan Piglet milik tetanggaku, Putri. Entah itu berapa keping aku lupa, mungkin sekitar 20-30 keping. Lalu, aku juga suka waktu diajak ke rumah sepupuku, Mbak Putri Wulandari di Lebak Bulus, Jakarta. Aku senang saat di kamarnya ada puzzle sekitar 100-200 keping kalau tidak salah.

Waktu aku sudah SMP, aku pernah dibelikan orangtuaku puzzle bergambar Clarke Quay waktu kami pergi sekeluarga ke Singapore. Sepertinya sih 100 keping, tapi ukurannya kecil. Cukup lama untuk menyelesaikannya.

Waktu aku kuliah, kakakku yang pertama pergi travelling bersama temannya ke Eropa. Kakakku membelikanku puzzle 1000 keping bergambar tempat yang terkenal di Spanyol (aku lupa nama tempatnya). Penuh perjuangan untuk menyelesaikannya, karena kepingan puzzle nya super kecil dan super detail, juga kucingku Jovi sering lewat-lewat di atas puzzle saat aku berusaha menyelesaikannya, serta banyak tugas kuliah yang saat itu bersamaan batas waktu pengumpulannya. Namun akhirnya semua itu mampu terlewati dan puzzleku selesai. Berikut foto puzzlenya.

Aku juga pernah mendapatkan puzzle dari kakakku yang pertama. Saat itu kakakku baru pulang dari travelling bersama temannya ke Jepang. Puzzlenya bergambar Totoro (tokoh kartun Tonari no Totoro) dengan jumlah 108 keping. Puzzle ini lebih mudah dikerjakan karena tidak terlalu sulit dan berukuran lumayan. Berikut fotonya.
Aku juga pernah mendapatkan hadiah giveaway yang diadakan di grup komunitas anime di Facebook yang aku ikuti selama 10 tahun ini, ~ Anime School~. Hadiah giveaway ini adalah puzzle bergambar Pokemon dari Rizky Fajar yang waktu itu pergi ke Jepang. Berikut fotonya.
Sebenarnya ada sih puzzle yang lain lagi, tapi belum sempat kufoto. Lain kali aku akan membuat postingan puzzle lagi kalau sudah selesai puzzlenya.

Sekian postingan kali ini, sampai bertemu di postingan selanjutnya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Rabu, 16 Januari 2019

Jalan-jalan ke Floating Market Lembang dan Farmhouse Lembang (tahun 2016)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat datang di Augina Putri's blog. Kali ini aku akan menceritakan pengalamanku saat berjalan-jalan ke Floating Market Lembang dan Farmhouse Lembang pada tahun 2016.

Pada akhir bulan Agustus tahun 2016, setelah selesai KKN akhirnya aku bisa berlibur. Pada akhir bulan Agustus, sepupuku yang bernama Fatima (biasa dipanggil Afa) datang dari Jakarta ke Bandung dan menginap di rumahku untuk berlibur. Aku senang sekali. Lalu keluargaku mengajak aku dan Afa jalan-jalan ke Floating Market Lembang dan Farmhouse Lembang.

Floating Market Lembang ini adalah pasar terapung yang modern. Banyak tempat yang unik untuk berfoto di sana. Untuk membeli makanan dan minum di sana, kami harus menukarkan uang rupiah ke uang koin Floating Market, penukarannya bermacam-macam. Ada yang 5000, 10.000, dll. Saat itu sedang booming juga game Pokemon Go, sehingga di sana aku sambil bermain game tersebut. Banyak tempat untuk mendapatkan pokeball (bola untuk menangkap pokemon). Selain bermain game, aku juga berfoto bersama Afa dan keluargaku. Berikut foto-foto saat di Floating Market Lembang.


yang di atas ini adalah fotoku sama sepupuku Afa




























Setelah puas dari Floating Market Lembang, kami pergi ke Farmhouse Lembang. Di Farmhouse Lembang ini kita bisa melihat sapi dan domba, karena ini adalah peternakan. Selain itu, juga ada banyak tempat menarik di sini, ada rumah yang terdapat di film Hobbit, ada berbagai macam reptil (di dalam kandang tentunya), ada rumah-rumah bergaya arsitektur Eropa, toko souvenir, dan lain-lain. Berikut foto-fotonya saat di Farmhouse Lembang.





























Sekian postingan kali ini, sampai bertemu di postingan selanjutnya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.