Pengikut

Selasa, 16 Mei 2023

Review Novel Teenlit Confessions of a not it girl (Bukan Cewek Gaul) - Melissa Kantor

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mengulas novel teenlit yang baru selesai kubaca ulang yaitu Bukan Cewek Gaul. Berikut foto bukunya: 


Novel teenlit Bukan Cewek Gaul ditulis oleh Melissa Kantor dan memiliki judul asli yaitu Confessions of a Not it Girl. Novel ini diterbitkan versi bahasa Indonesia oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2005. Aku membeli novel ini saat ada diskon besar-besaran begitu di Gramedia sekitar tahun 2008. Buku ini bergenre fiksi teenlit (untuk remaja) dan memiliki tebal 256 halaman. Novel ini tak terlalu tebal atau tipis, sedang saja menurutku. 


Sampul novel teenlit ini ilustrasinya bagus, menggambarkan tokoh utamanya yang anak sekolah di luar negeri (seragam bebas) dan memegang buku-buku pelajarannya. Penggunaan gaya bahasa hasil terjemahan buku ini cukup gaul dan sederhana sehingga cocok dibaca untuk remaja. Penulisannya juga cukup rapi, jarang ada saltik atau perbedaan spasi. 


Blurb: 

Jan Miller yakin hidupnya ditakdirkan nggak asyik banget. Orangtua Jan sering bersikap memalukan, Jan selalu naksir cowok di saat yang nggak tepat, dan formulir pendaftaran universitasnya berisi pertanyaan yang susah-susah banget. 

Beda banget dengan kehidupan sahabatnya, Rebecca, yang dinobatkan jadi Cewek Gaul versi majalah-majalah New York. Rebecca sangat cantik, sangat cerdas, dan cowok-cowok mengikutinya ke mana pun dia pergi. Jan heran kenapa Rebecca masih mau main dengannya, soalnya dia kan sama sekali bukan cewek gaul.

Tapi namanya sahabat, Rebecca setia menemani jatuh-bangun Jan menghadapi PR Prancis yang nggak selesai-selesai dan jadi penasihat cintanya. Termasuk saat Jan naksir berat pada Josh, cowok yang jadi Romeo ketika Jan jadi Juliet pada drama singkat dalam kelas bahasa Inggris-nya. Bisa nggak ya mereka jadi Romeo dan Juliet sungguhan di dunia nyata? 


Aku merasa cukup berhubungan dengan cerita di novel ini karena kisah di kelas bahasa Inggrisnya mirip denganku tapi di masa SMP dan bukan drama meskipun ya akhirnya tidak sama. Sedangkan Jan ini anak SMA. Kurasa novel ini memiliki trigger untuk teman-teman online yang punya sifat Squeamish, Philophobia, dan Philemaphobia. Saat membaca novel ini aku cukup suka dengan skenario halu yang sering dibuat oleh Jan dan persahabatannya dengan Rebecca.

Beberapa kalimat yang aku suka dari novel ini adalah sebagai berikut: 

- "Aku tak akan memikirkannya. Kenyataan kadang bisa jadi sangat menyakitkan." Kantor (2005, hal. 58)

- "Tak ada yang terjadi. Sepertinya saat kau naksir seseorang, kau berubah menjadi lumpuh." Jan (Kantor, 2005, hal. 73)

- "Biarkan pria mendekatimu atau mereka akan mengira kau wanita yang putus asa," Kantor (2005, hal. 82)

- "Cowok lebih muda lebih punya banyak hal yang bisa ditawarkan," Rebecca (Kantor, 2005, hal. 221)

- "Kau tahu, hak istimewa dari seorangwanita adalah mengubah pikiran mereka." Rebecca (Kantor, 2005, hal. 221)

- "Aku harus mengakui Rebecca benar. Cowok memang kelihatan lebih ganteng dengan tuksedo." Jan (Kantor, 2005, hal. 224)


Novel ini kurekomendasikan untuk teman-teman online yang menyukai genre fiksi teenlit. Saat ini bukunya sedang kujual karena rak bukuku sudah sangat penuh dan ingin mengurangi jumlah barang yang ada di kamarku. Harga bukunya 20 ribu belum termasuk ongkos kirim. Pengiriman bukunya via JNE dari Bandung dan dapat dibayar dengan transfer bank atau Go Pay. Kalau tertarik beli, bisa chat ke Instagramku @nadya_donna. 


Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

#mulaimenulisdiblog

Senin, 10 April 2023

Review Novel Anak "Princess Hamesha" Karya Benny Rhamdani

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mengulas novel anak yang baru selesai kubaca ulang yaitu Princess Hamesha. Berikut foto bukunya:


Novel anak yang berjudul Princess Hamesha ditulis oleh Benny Rhamdani dan diterbitkan Penerbit DAR! Mizan PT Mizan Pustaka tahun 2008. Novel ini tergolong novel anak islami. Genrenya fiksi islami, kehidupan sekolah, dan persahabatan. Menurut data dari Goodreads, buku ini memiliki jumlah halaman sebanyak 120 halaman.


Sampul novel anak ini ilustrasinya bagus, menggambarkan putri dan ada teman-temannya yang kagum padanya dari jauh. Penggunaan gaya bahasa buku ini menyesuaikan ke novelnya sebagai novel anak, sangat mudah dipahami dan menggunakan bahasa sederhana serta informal sehingga cocok untuk anak-anak. Penulisannya juga cukup rapi, jarang ada saltik dan perbedaan spasi. 


Blurb:

Ada murid baru di kelas Farah. Murid bernama Esha yang menyebalkan minta ampun. Belakangan, baru diketahui Esha malas sekolah di sana. Ia ingin sekolah di negerinya, di sekolah biasa saja. Farah berhasil mengetahui jati diri Esha sebenarnya. Ternyata, Esha seorang princess di negeri Zapnaland. Sebuah kerajaan kecil yang cantik. Esha merasa bersalah jika harus sekolah di luar negeri dan mahal. Ia lebih suka sekolah di negerinya, karena masih banyak anak-anak di negerinya yang tida mampu sekolah. Farah berhasil menyadarkan Esha. Caranya? Mengapa pula Shirley tiba-tiba berubah sikap? Simak pula petualangan seru mereka di lorong rahasia dan penculikan yang mengejutkan! 


Aku cukup senang ketika membaca novel ini karena novel ini mengangkat latar belakang di Inggris namun karena genrenya fiksi islami, tetap ada sisi keislamannya. Aku suka dengan tokoh Farah karena dia mirip denganku yang suka menyelidiki sesuatu hal dengan internet apabila penasaran dan perhatian dengan teman dekatnya. Farah juga tidak meninggalkan ibadah salat meskipun ia tinggal di negara yang minoritas muslim. 


Beberapa kalimat yang aku suka dari novel ini adalah sebagai berikut:

- "Dulu waktu ibu masih sekolah sering juga menemukan anak-anak yang menyebalkan. Biasanya, mereka melakukan itu untuk mencari perhatian. Umumnya, anak-anak yang tidak pandai. Mereka membuat ulah dengan kenakalannya agar mendapat perhatian orang lain," jelas ibu. Rhamdani (2008, hlm. 20)

- "Bersabar. Jangan ladeni. Makin diladeni, akan makin berulah." Rhamdani (2008, hlm. 21)

- "Bagus kalau begitu. Jangan hanya karena sahabat baru, sahabat lama kamu lupakan begitu saja." Rhamdani (2008, hlm. 78)

- "... membuat geng itu agak berlebihan. Dengan membuat geng, membuat mereka menutup diri berteman dengan siapa saja." Farah (Rhamdani, 2008, hlm. 86-87)

- "Jangan cuma bilang insya Allah. Bahkan, jika aku tidak bisa menepati janjiku, aku harus meminta maaf pada orang itu." Farah (Rhamdani, 2008, hlm. 96)


Novel ini kurekomendasikan untuk teman-teman online yang mempunyai anak atau keponakan masih anak-anak SD dan suka membaca buku. Saat ini bukunya sedang kujual karena rak bukuku penuh sekali dan BU untuk keperluan pentingku. Harga bukunya 15 ribu belum ongkos kirim. Pengiriman bukunya via JNE dari Bandung dan dapat dibayar dengan transfer bank atau Go Pay. Kalau tertarik beli, bisa chat ke Instagramku @nadya_donna. 


Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

#mulaimenulisdiblog

Selasa, 21 Maret 2023

Review Novel Teenlit "Pengakuan Si Ratu Drama" Karya Dyan Sheldon

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mengulas novel teenlit yang baru selesai kubaca ulang yaitu Pengakuan Si Ratu Drama. Berikut foto bukunya: 

Novel teenlit Pengakuan Si Ratu Drama ditulis oleh Dyan Sheldon dan memiliki judul asli yaitu Confessions of a Teenage Drama Queen. Novel ini diterbitkan versi bahasa Indonesia oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2007. Novel Pengakuan Si Ratu Drama ini juga sudah difilmkan tetapi aku belum melihat filmnya. Aku membeli novel ini saat ada diskon besar-besaran begitu di Gramedia sekitar tahun 2008.  Buku ini bergenre fiksi teenlit (untuk remaja) dan memiliki tebal 328 halaman. novel ini memiliki sekuel berjudul My Perfect Life. 


Sampul novel teenlit ini ilustrasinya bagus, menggambarkan tokoh utamanya yang menyukai dan melakukan kegiatan drama. Penggunaan gaya bahasa hasil terjemahan buku ini cukup sederhana dan informal sehingga pas untuk dibaca remaja. Penulisannya juga cukup rapi, jarang ada saltik atau perbedaan spasi. 


Blurb:

Sumpah. Semua yang kuceritakan di buku ini adalah yang sebenar-benarnya. Bukan cuma soal sekolahku, "Deadwood" High, tapi juga perseteruanku dengan Carla Santini waktu bersaing memperebutkan peran mahapenting dalam drama sekolah. Bahkan, hal-hal yang sepertinya amat sangat tidak mungkin sampai-sampai kau bakal mengira aku hanya mengarang-ngarang, semua itu benar-benar terjadi juga. Dan tak sedikit pun aku menambah-nambahkan, tidak seujung jari pun. Semuanya terjadi seperti yang kuceritakan. 


Novel teenlit ini menceritakan Mary yang biasa dipanggil Lola adalah seorang anak pindahan dari New York dan dia dirundung oleh anak yang disebut penguasa sekolah bernama Carla. Lola memiliki teman dekat bernama Ella yang merupakan korban kejahatan Carla. Lola bersaing dengan Carla untuk memperebutkan peran tokoh utama di dalam drama sekolah mereka. 


Aku sendiri merasa cukup berhubungan dengan cerita di novel ini karena waktu jaman sekolah dulu mempunyai pengalaman dirundung oleh anak-anak di kelasku ketika aku baru pindah ke sekolah yang baru. Aku juga jadi teringat kalau di masa sekolahku dulu sempat bermain drama dan aku menyukainya meskipun tak jadi tokoh utama untuk pertunjukan ekstrakurikuler rohis. Kurasa novel ini memiliki trigger untuk teman-teman online yang memiliki pengalaman perundungan, punya Emetophobia, dan sifat Squeamish. Saat membaca novel ini aku cukup suka dengan Lola dan Ella karena mereka agak mirip denganku. 


Beberapa kalimat yang aku suka dalam novel ini adalah sebagai berikut:

- "Aku yakin setiap orang harus bisa menemukan sisi terbaik bahkan dalam situasi yang terburu sekalipun." Lola (Sheldon, 2007, hal. 11)

- "Tidak ada gunanya bersikap negatif karena itu nggak bakal mengubah keadaan, malah hanya akan membuatnya semakin parah." Lola (Sheldon, 2007, hal. 11)

- "Orang-orang yang sangat sensitif dan imajinatif membutuhkan sosok yang mantap untuk menyeimbangkan hidup mereka." Lola (Sheldon, 2007, hal. 63)

- "Aku tetap nggak bisa menerimanya. Aku nggak suka pinjam uang." Itu gara-gara Mom. Ia paling tidak suka pinjam uang. "Kalau tidak mampu membelinya, ya jangan beli," begitu kata Mom selalu." Lola (Sheldon, 2007, hal. 174)

- "Jiwa artistik nggak akan pernah bisa bahagia. Justru melalui kepedihan dan penderitaan tercipta suatu karya." Lola (Sheldon, 2007, hal. 264)

- "Kau mungkin masih bisa menerima bila dirimu dipermalukan karena punya sedikit kesalahan; tapi lain soal kalau kau seratus persen benar. Sangat tidak adil!" Lola (Sheldon, 2007, hal. 297)


Novel ini kurekomendasikan untuk teman-teman online yang menyukai genre fiksi teenlit. Saat ini bukunya sedang kujual karena rak bukuku penuh sekali dan BU untuk keperluan pentingku. Harga bukunya 20 ribu belum ongkos kirim. Pengiriman bukunya via JNE dari Bandung dan dapat dibayar dengan transfer bank atau Go Pay. Kalau tertarik beli, bisa chat ke Instagramku @nadya_donna. 


Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

#mulaimenulisdiblog

Rabu, 22 Februari 2023

Review Buku Kumpulan Cerpen Empat Musim Cinta

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mengulas buku yang baru selesai kubaca yaitu Empat Musim Cinta. Berikut foto bukunya: 



Buku Empat Musim Cinta merupakan buku kumpulan cerpen yang ditulis oleh delapan penulis, yaitu Adhitya Mulya, Andi F. Yahya, Hotma Juniarti, Andi Fauziah Yahya, Okke 'Sepatumerah', Rizki Pandu Permana, S.A.Z Al-Fansyour, dan Veronika Kusuma Wijayanti. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit GagasMedia pada tahun 2010, punyaku cetakan tahun 2011. Buku kumpulan cerpen ini bergenre fiksi romantis. Tebalnya 171 halaman. Buku Empat Musim Cinta memiliki 16 cerita pendek. 


Sampul buku kumcer ini ilustrasinya bagus, memakai gambar pohon dengan berdaun pink atau merah muda. Warna pada sampulnya juga menggunakan warna pink, sehingga melambangkan perasaan cinta atau kesan romantis. Terdapat gambar setiap babnya berbentuk hati dengan tulisan i love you dalam berbagai bahasa, menarik sekali. Penggunaan gaya bahasa dalam buku ini cukup gaul sehingga pas untuk dibaca dewasa awal. Penulisannya juga cukup rapi, jarang ada saltik atau beda spasi. 


Blurb: 

Ketika bangun di pagi hari, aku memikirkan dirimu.

Ketika bersiap-siap tidur, aku memikirkanmu juga.

Dan di antara rentang waktu itu, aku memikirkan kita ....

Bersiap-siaplah dibuai oleh 16 buah cerita manis karya 8 orang penulis berbakat. Bebaskan dirimu untuk tersipu-sipu, tergelak, bahkan mungkin sampai menangis. Kenapa tidak?

Tak ada yang salah atau benar. Karena cinta yang membuatmu begitu ....

Peringatan untuk teman-teman online yang memiliki pengalaman toxic relationship khususnya perselingkuhan, buku ini bisa menjadi trigger. 


Beberapa kalimat yang aku suka dari buku ini adalah sebagai berikut: 

- "... rasa ketika diperturutkan, bertentangan dengan norma dan aku masih bersyukur untuk tidak menuruti rasa." Mulya dkk (2011, hal. 38)

- "Ya, ampun, Andrea! Nista tau nggak sih, buka-buka barang pribadi orang!" Mulya dkk (2011, hal. 96)

- "Mengapa mereka menyalakan telepon selularnya pada saat pesawat ini belum mendarat sempurna?" Mulya dkk (2011, hal. 115)


Buku ini kurekomendasikan untuk teman-teman online yang menyukai genre fiksi romantis. Buku Empat Musim Cinta ini sedang aku jual dari koleksi pribadiku karena aku lagi BU untuk keperluan pentingku dan agar bisa memberi ruang pada rak bukuku yang sudah sangat penuh. Kalau tertarik membeli, bisa kirim pesan ke Instagram @nadya_donna. 


Sekian postingan kali ini, sampai bertemu di postingan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

#mulaimenulisdiblog

Rabu, 08 Februari 2023

Review Buku Tabah seperti Tanah Basah oleh Hujan - Andromeda Nisa'

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mengulas buku yang baru selesai kubaca. Berikut foto bukunya: 

Pernahkah teman-teman online mengalami kesedihan akibat cinta tak terbalas, patah hati, dan ditinggalkan pasangan? Kalau pernah, buku ini cocok untuk kalian. Buku Tabah seperti Tanah Basah oleh Hujan ditulis oleh Andromeda Nisa' dan diterbitkan Penerbit C-Klik Media tahun 2022. Buku bergenre non fiksi pengembangan diri ini berupa kumpulan esai tentang patah hati yang terdiri dari tiga bab. Bab pertama berjudul Balada, Patah Hati, Kotak Pesan. Bab kedua berjudul Melepaskan Atau Dilepaskan. Bab ketiga berjudul Menceritakan Kesedihan. 

Buku Tabah seperti Tanah Basah oleh Hujan merupakan catatan penulisnya tentang perasaannya yang patah hati, bagaimana untuk menghadapi rasa sedih yang datang, dan kemudian menjadi tabah dengan apa yang terjadi. Buku ini cocok dibaca saat sedang sedih dan hujan turun menurutku. Dari ilustrasi sampul buku dan isinya, menurutku bagus. Diksi (pemilihan kata) baik sekali sehingga mudah dipahami. Namun pengaturan spasinya yang tidak konsisten dan terdapat saltik membuatku agak kurang nyaman saat membacanya. Penulisan judulnya untuk kata Seperti dan Oleh seharusnya ditulis kecil. Aku membaca buku ini sampai menangis gara-gara teringat sang pujaan hati di masa lalu yang kini sudah menjadi mantan, baik mantan pacar maupun mantan gebetan. 

Beberapa kalimat yang aku suka dari buku ini adalah sebagai berikut:
- " Alih-alih ingin melupakan, manusia seringkali terjebak pada sebuah kenangan. Manusia sibuk menerka-nerka, mengamati kedatangan dan kepergian di sekitar mereka. Atau bahkan mereka tak peduli akan hal itu. Hujan yang menangis jatuh ke pangkuan bumi. Tanah yang basah selalu tabah merengkuh ketetapan untuknya." Nisa' (2022, hal. 4)
- " Kau tahu? Bagian menyesakkan itu bukan saat aku melepasmu. Tetapi ketika aku dilepaskan olehmu. Tidak diupayakan lagi dalam hidupmu." Nisa' (2022, hal. 10)
- " Terima kasih sudah melepasku. Terima kasih sudah pernah memperjuangkanku. Terima kasih sudah pernah baik kepadaku. Tak apa, aku baik-baik saja setelah ini. Meski pada akhirnya masing-masing dari kita memilih untuk saling tak mengenal dan memilih untuk saling melupakan. - September dan April." Nisa' (2022, hal. 163)

Buku Tabah seperti Tanah Basah oleh Hujan kurekomendasikan untuk teman-teman online yang suka membaca esai tentang kesedihan, galau, patah hati, dan pengembangan diri. Buku ini dapat dibeli secara online melalui akun Instagram @klikmedia, @solusibuku, dan @solusibaca. 

Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  

#mulaimenulisdiblog

Minggu, 22 Januari 2023

Review Buku Self Love - Janeera Amba

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mengulas buku yang baru selesai kubaca, yaitu Self Love. Berikut foto bukunya: 

Pernahkah teman-teman online merasakan insecure karena mempunyai badan yang tidak proporsional atau memenuhi standar masyarakat sekitar, tidak pandai seperti orang lain, karir belum stabil, takut banyak hal, sering menangis hingga disebut cengeng, dan dibilang tak bisa mandiri karena masih tinggal dengan orang tua? Kalau pernah, berarti kalian perlu yang namanya mencintai diri sendiri dan buku ini cocok untuk kalian. 
    
    Buku Self Love ditulis Janeera Amba dan diterbitkan oleh Penerbit C-Klik Media. Buku yang kupunya ini terbitan tahun 2022. Buku ini bergenre non fiksi pengembangan diri. Judulnya singkat namun ilustrasi sampul bukunya cukup menggambarkan isinya. Berisi tentang pengalaman hidup penulisnya dan terkait dengan permasalahan dalam kehidupan yang dapat menimbulkan insecure serta cara mencintai diri sendiri agar tak insecure lagi. Menurutku diksinya mudah dipahami meskipun ceritanya mungkin ada yang berhubungan dengan pembaca dan ada juga yang tidak. Desain untuk kalimat penting dan kutipan tokoh terkenalnya bagus sehingga tidak membosankan. Meskipun terdapat saltik tapi buku ini cukup baik menurutku dalam pengaturan spasinya. 
    
    Seringkali kita merasa tidak aman atau insecure karena memikirkan bahwa diri kita berbeda dari standar masyarakat di sekitar kita. Padahal, setiap orang mempunyai pengalaman hidupnya masing-masing dengan waktu yang berbeda sehingga tidak bisa disamakan dengan orang lain di sekitarnya. Memang selama ini rasanya salah kalau harus memenuhi standar yang berlaku di masyarakat karena setiap orang memiliki standarnya masing-masing. Umur sekian harus punya kerja, tabungan, sudah menikah, punya anak, tinggi badan dan berat badan sekian, dan lain-lain. Kalau mengikuti standar-standar tersebut, kita akan merasa semakin insecure dan insecure sendiri sudah tergolong pada kondisi mental yang tidak sehat. Oleh karena itu, diperlukan mencintai diri sendiri atau self love agar kesehatan mental kita kembali baik dan tidak merasa insecure lagi. 
    
    Berdasarkan Putri (2022), Insecure atau perasaan tidak aman merupakan keadaan mental ketika merasa cemas, takut, gelisah, dan melakukan sesuatu dengan hati-hati. Bisa juga merasa rendah diri dan membandingkan keadaannya dengan orang lain kemudian tidak mau meninggalkan zona nyamannya. (1) 
    
    Buku Self Love ini memaparkan cara bagaimana menjadi diri sendiri, permasalahan dalam hidup seperti orang lain merendahkan kita, lingkungan toxic, postingan medsos yang membuat insecure, permasalahan bentuk tubuh, karir, pendidikan, dan perasaan takut hinga pesimis, serta cara untuk menghadapinya dengan mencintai diri sendiri berdasarkan pengalaman hidup penulisnya. 

    Beberapa kalimat yang kusuka dalam buku ini adalah sebagai berikut:

- "Mencintai diri sendiri artinya kamu bisa menerima kelebihan dan kekuranganmu tanpa syarat." Amba (2022, hal. 10)

- "Gengsi tak membuatmu kaya, justru membuatmu merana." Setiabudi (Amba, 2022, hal. 19)

- "Pilihanmu untuk jujur lebih tepat daripada menyesali orang-orang yang pergi karena kamu jujur." Amba (2022, hal. 66)

- "Untuk apa sebuah hubungan dipertahankan jika orang yang bersamamu tidak bisa meletakkan kepercayaannya padamu?" Amba (2022, hal. 93)

- "Untuk apa sebuah hubungan dipertahankan jika orang yang bersamamu membatasimu berkembang, bergerak, dan menjalin pertemanan?" Amba (2022, hal. 93)

 

   Buku Self Love kurekomendasikan untuk teman-teman online yang suka genre non fiksi pengembangan diri. Buku ini dapat dibeli secara online melalui akun @klikmedia, @solusibuku, dan @solusibaca.


Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya. 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

#mulaimenulisdiblog

* Sumber pengertian Insecure: 

Putri, N. (2022). Kesehatan Mental dalam Buku Kumpulan Cerpen BERJUTA RASANYA Karya Tere Liye (Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk). (Tesis). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. 

Minggu, 08 Januari 2023

Review Buku This is Me! Whatever You Say. Beranilah, Nanti-nanti Keburu Mati - Muhajjah Saratini

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mengulas buku yang baru selesai kubaca, yaitu This is Me! Whatever You Say. Beranilah, Nanti-nanti Keburu Mati. Berikut foto bukunya:


Buku This is Me! Whatever You Say. Beranilah, Nanti-nanti Keburu Mati ditulis Muhajjah Saratini dan diterbitkan oleh Penerbit C-Klik Media. Punyaku bukunya terbitan tahun 2022. Buku ini bergenre non fiksi pengembangan diri. Menurutku judul bukunya kepanjangan, jadi berikutnya akan kutulis This is Me! saja. 

Setiap orang pasti mempunyai hal yang menurutnya menyenangkan dan meyakinkan untuknya. Tetapi di lingkungan hidup manusia sering terjadi berbagai komentar negatif, tuntutan, atau pertanyaan-pertanyaan yang bersifat keingintahuan saja malah datang dari orang terdekat. Maka seringkali kita menjadi orang yang hilang arah dan tujuan, hanya mengikuti hal-hal standar di masyarakat tersebut agar tak mendapatkan komentar negatif lagi. Karena mengikuti hal-hal tersebut, hidup menjadi tidak bebas dan kehilangan diri sendiri. 

Buku This is Me! ini mengajak pembaca untuk kembali ke arah yang benar dan tidak menjadi seperti diri orang lain. Materinya ada penjelasan tentang perasaan bosan, kebutuhan manusia, kepribadian, mengenali diri, menyadarkan diri hidup di masa sekarang, pelajaran hidup dasar seperti sopan santun serta adaptasi, dan lain-lain. Buku ini dilengkapi kuis kepribadian dan kolom kosong untuk menulis apa yang dirasakan dan dapat mengekspresikan diri. 

Menurutku buku ini baik isinya karena penuh dengan hal-hal yang penting untuk bisa menjadi diri sendiri dan bermanfaat untuk kita berada di lingkungan sosial. Untuk bagian sampul buku, ilustrasinya baik namun rasanya lebih baik kalau nama penulis ditulis di atas, tidak menempel pada gambar. Spasi antarkata dalam buku ini juga masih sedikit kurang rapi. Diksinya bagus karena mudah dipahami. Judul bukunya panjang sekali, akan menjadi baik kalau dibuat lebih singkat. 

Beberapa kalimat yang aku suka dalam buku ini adalah sebagai berikut: 

- "Oleh karena itu, manusia sebagai makhluk individu unik, tidak dapat disamakan, meskipun diberlakukan hal yang sama pada dirinya." Saratini (2022, hal. 25)

- "Hal yang dianggap sepele bagi seseorang, bisa saja sangat menyakitkan bagi orang lain." Saratini (2022, hal. 30)

- "Kita tidak bisa mengatur hal yang diucapkan orang-orang. Hal yang bisa kita lakukan adalah menyaring ucapan-ucapan itu melalui telinga kita." Saratini (2022, hal. 87)

- "Bersikap santun kepada orang lain tidak menunjukkan dirimu lebih rendah. Itu artinya, kamu tahu batasan." Saratini (2022, hal. 105)

Buku This is Me! Whatever You Say. Beranilah, Nanti-nanti Keburu Mati kurekomendasikan untuk teman-teman online yang suka genre non fiksi pengembangan diri. Buku ini dapat dibeli secara online dengan menghubungi akun Instagram @klikmedia, @solusibaca, dan @solusibuku.

Sekian postingan kali ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya. 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

#mulaimenulisdiblog