Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mereview buku yang berjudul Tidak Perlu Memaksakan Diri karya Tesar Dwi Saputra. Berikut foto bukunya:
"Apakah kamu sering memaksakan dirimu sendiri hingga merasa lelah dan tidak baik-baik saja rasanya?"
Data Buku dan Kesan Awalnya
Buku Tidak Perlu Memaksakan Diri bergenre non fiksi pengembangan diri yang ditulis oleh Tesar Dwi Saputra. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Yrama Widya tahun 2024. Buku yang kupunya ini adalah cetakan kedua, tahun 2025. Ketebalannya sedang yaitu berjumlah 286 halaman. Sampul depannya menggambarkan suasana santai, tenang, dan damai. Font tulisannya bagus karena beragam. Ada kata-kata penting dan halaman yang perlu diisi menggunakan bentuk tulisan berbeda. Pada daftar isi juga lengkap isinya.
Gambaran Isi Buku
Buku Tidak Perlu Memaksakan Diri menjelaskan tentang segala permasalahan dan healing. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan agar bisa tidak memaksakan diri dalam segala permasalahan itu. Ada juga cara untuk memberikan jeda pada diri sendiri, menyelamatkan atau memprioritaskan diri sebelum orang lain, bebas menjalakan hidup, dan lain-lain. Terdapat halaman pengisian yang membuat lebih mengenal diri sendiri dan sadar di masa sekarang. Ada halaman untuk meluapkan pikiran dan perasaan yang penuh agar tidak terpendam lagi. Penjelasan buku ini juga lengkap.
Kesanku setelah Membaca Buku Ini
Sebagai penyintas sakit kronis, autoimun, dan gangguan mental, buku ini membuatku menjadi lebih sadar diri serta tidak perlu memaksakan diri untuk hal-hal yang di luar kontrol. Buku ini juga membuatku untuk menjalankan kehidupan dengan lebih santai daripada sebelumnya. Halaman pengisiannya juga membantuku merenungkan dan menyadarkan apa yang terpendam dalam diriku selama ini. Bahkan, ada pula pertanyaan tentang masa lalu dan masa sekarang. Ada halaman pengisian untuk mengeluarkan rahasia yang terpendam.
Kalimat yang Aku Suka dari Buku Ini
- " Mereka yang berhasil membuka sebuah segel bernama keterpurukan akan sampai di lembah kebahagiaan." (Saputra, 2025, hlm. 8).
- "Bahkan, seseorang tidak mau disalahkan oleh masalah yang dibuat sendiri olehnya. Padahal, masalah-masalah itu bakal menumpuk menjadi sebuah gundukan gunung dan hanya menunggu waktunya saja untuk meletus." (Saputra, 2025, hlm. 19-20).
- "Tidak perlu memaksakan diri jika masalah yang dihadapi memang belum kamu penuhi. Karena, proses seseorang dalam menerima masalah itu tidak sama. Jalani saja semampumu." (Saputra, 2025, hlm. 29).
Buku Ini untuk Siapa?
Buku ini cocok untuk dewasa dengan segala permasalahan hidup dan sering memaksakan dirinya atau orang yang people pleaser. Buku ini juga cocok untuk orang yang menyukai genre non fiksi pengembangan diri atau kesehatan mental.
Sekian ulasan kali ini. Sampai bertemu insyaallah di postingan selanjutnya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
#mulaimenulisdiblog

Tidak ada komentar:
Posting Komentar