Pengikut

Selasa, 24 Maret 2026

Review Novel TIMUN JELITA karya Raditya Dika (Part 1)

  Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mengulas novel yang sudah selesai kubaca yaitu TIMUN JELITA karya Raditya Dika. Berikut foto bukunya:


QOTD
Apakah kamu mempunyai hobi? Apakah kamu suka musik?


Data Novel dan Kesan Awalnya
Novel TIMUN JELITA ditulis oleh Raditya Dika dan diterbitkan Penerbit GagasMedia. Buku novel punyaku ini adalah cetakan ketiga tahun 2025. Novel ini ketebalannya tipis karena jumlah halamannya ada 174 halaman. Genrenya fiksi, komedi, slice of life, romantis, keluarga, dan musik. Kesan awalnya menurutku sampul depannya bagus dan menggambarkan isi novelnya. Fontnya bagus dan paragrafnya rapi. Minim saltik atau typo. 


Gambaran Isi Novel 

Novel ini menceritakan seorang akuntan freelance berusia 40 tahunan bernama Timun yang mendapatkan gitar peninggalan ayahnya dan ingin bermusik. Usianya yang tidak muda lagi membuatnya kesulitan mendapatkan rekan band. Akhirnya ia membentuk duo bersama dengan sepupunya, Jelita. Jelita dulu pernah berada dalam sebuah band tetapi dikecewakan teman-temannya. Ada juga Robert teman Jelita yang membantu mengurus band mereka. 


Kesanku setelah Membaca Novel Ini

Kesanku setelah membaca novel ini adalah ternyata novelnya bersambung. Kupikir satu novel ini saja tetapi ternyata tidak. Setelah aku membaca novel ini, mengingatkanku di masa-masa kecilku hingga sekolah dan kuliah yang masih belajar musik. Aku juga jadi install program Virtual Piano di laptopku yang sekarang. Sensasi musik, komedi, pertemanan, dan lain-lain dapat banget di novel ini dan aku jadi penasaran lanjutannya. Cuma trigger warning untuk yang jijikan atau punya emetophobia. 


Kalimat yang Kusuka di Novel TIMUN JELITA

- "... hidup terkadang terlalu tega untuk mimpi-mimpi kita. Realitas membuat kita harus mengerti, kapan mimpi lama harus dihentikan karena nasib memaksa untuk berjalan ke arah yang lain." Timun (Dika, 2025, hlm. 6).

- "Bagaimanapun juga, pada akhirnya, uang lebih penting daripada kesenangan pribadi." Timun (Dika, 2025, hlm. 7). 

- "Di antara orang-orang yang dipoles di media sosial, kita malah jadi terlihat kalau menjadi diri sendiri." Jelita (Dika, 2025, hlm. 78). 

- "Orang harus lihat juga betapa istimewanya kamu, makanya kamu harus jadi diri sendiri." Putri (Dika, 2025, hlm. 79).

- "Kadang kalau kita terlalu senang dengan apa yang kita dapat, kita lupa untuk melihat semuanya dengan lebih objektif." Jelita (Dika, 2025, hlm. 124). 

- "... kita harus rayakan hal-hal kecil. Biar nanti kita bisa rayakan hal-hal yang besar." Robert (Dika, 2025, hlm. 125). 

Novel Ini untuk Siapa?

Novel ini untuk remaja hingga dewasa. Pas untuk yang suka genre fiksi, slice of life, komedi, romantis, dan musik. Cocok juga untuk orang-orang yang sedang berusaha untuk menjadi diri sendiri. 

 

Sekian ulasan kali ini. Sampai bertemu insyaallah di postingan berikutnya. 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

#mulaimenulisdiblog



Tidak ada komentar:

Posting Komentar