Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mengulas novel yang sudah selesai kubaca yaitu HELLO karya TERE LIYE. Berikut foto bukunya:
Data Novel dan Kesan Awalnya
Kesanku setelah Membaca Novel Ini
Kesanku setelah membaca novel ini adalah sedih karena mirip sekali dengan kisah drakor The Heirs. Hanya saja terbalik posisinya, wanitanya di keluarga kaya raya dan laki-lakinya di keluarga asisten rumah tangga. Banyak juga ternyata pelajaran hidup yang dapat diambil dari novel ini terutama perjuangan dan penerimaan takdir. Ada juga nilai pertemanan yang ternyata bisa berubah menjadi kisah romantis. Seperti perkataan bahwa laki-laki dan perempuan tak bisa berteman saja, ada yang menyimpan rasa cinta. Oh iya trigger warning untuk orang yang pernah mengalami kekerasan dari orang tua atau keluarga sendiri baik tindakan maupun ucapan serta mendapatkan tindakan overprotektif dari pola asuh otoriter.
Kalimat yang Kusuka di Novel HELLO
- "... sumber ketidakbahagiaan besar di dunia adalah: berharap - lebih-lebih saat kita berharap terlalu banyak. Ketika hasilnya tidak sesuai, muncullah kecewa. Liye (2023, hlm. 5).
- "Hidup harus terus berlanjut. Suka atau tidak suka, waktu akan terus berputar." Liye (2023, hlm. 123).
- "... aku sudah besar, tidak bisa diatur-atur lagi," Tigor (dalam Liye, 2023, hlm.127).
- "Dia berusaha berdamai, menerima kenyataan. Biarlah dia melanjutkan hidupnya." Liye (2023, hlm. 306).
Novel Ini untuk Siapa?
Novel ini untuk remaja hingga dewasa. Pas untuk yang suka genre fiksi, slice of life, dan romantis. Novel ini pas untuk pembaca yang single maupun punya pasangan.
Sekian ulasan kali ini. Sampai bertemu insyaallah di postingan berikutnya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
#mulaimenulisdiblog
