Pengikut

Selasa, 11 November 2025

Review Buku Loving and Forgiving Yourself - Erin Cahyaning

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mereview buku yang berjudul Loving and Forgiving Yourself karya Erin Cahyaning. Berikut foto bukunya:


QOTD

Apakah kamu mencintai dan memaafkan orang lain? Sudahkah kamu melakukan seperti itu tetapi kepada dirimu sendiri? 


Data Buku dan Kesan Awalnya

Buku Loving and Forgiving Yourself bergenre non fiksi motivasi yang ditulis oleh Erin Cahyaning. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit C-Klik Media tahun 2021. Ketebalannya sedang yaitu berjumlah 212 halaman. Sampul depan, tulisan, dan kata-kata penting bagus karena menggambarkan tentang mencintai dan memaafkan diri sendiri. 


Gambaran Isi Buku

Buku Loving and Forgiving Yourself menjelaskan tentang penyesalan, tips menyelesaikan penyesalan, memaafkan diri sendiri, dan mencintai diri sendiri. Selain terdapat penjelasan, ada juga tentang cara memaafkan diri sendiri dan mencintai diri sendiri. Selain itu juga terdapat pengalaman penulis serta beberapa tokoh terkenal yang berhubungan dengan mencintai dan memaafkan diri sendiri. Terdapat juga penjelasan tentang cara memaafkan dan menerima orang lain. 


Kesanku setelah Membaca Buku Ini

Kesanku setelah membaca buku ini adalah sedih banget. Selama membaca buku ini tuh aku menangis dan ya banyak yang jleb dan terhubung dengan pengalamanku. Sepertinya selama ini aku belum mencintai dan memaafkan diri sendiri. Selama ini juga sepertinya aku keras pada diriku sendiri demi menuruti keinginan orang lain dan bahkan mungkin keluargaku. Aku membaca buku ini tersadar bahwa selama hidup lebih banyak tidak memprioritaskan diri sendiri serta terus memendam emosi. Ada juga masa aku sadar ada penyesalan di masa lalu yang berpengaruh pada masa sekarang. Sedangkan dari sisi penulisan masih terdapat typo.


Kalimat yang Aku Suka dari Buku Ini

- Menjadi orang lain itu cuma pemborosan, sia-sia belaka. Cahyaning (2021, hlm. 104).

- Menerima daripada menghakimi. Menghargai daripada menyalahkan. Memelihara daripada mengkritik. Melepaskan masa lalu, alih-alih menggenggamnya. Cahyaning (2021, hlm. 151). 


Buku Ini untuk Siapa?

Buku ini untuk orang yang suka membaca genre non fiksi motivasi. Buku ini cocok juga untuk orang yang sedang mengalami kesulitan untuk mencintai dan memaafkan diri sendiri atau selalu mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri. 


Sekian ulasan kali ini. Sampai bertemu insyaallah di postingan selanjutnya. 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

#mulaimenulisdiblog 



Minggu, 24 Agustus 2025

Review Buku The Journey Beautiful Goodbye

  Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mengulas buku yang baru selesai kubaca yaitu The Journey Beautiful Goodbye karya Menocrea. Berikut foto bukunya: 


QOTD


Apakah kamu pernah mengalami perasaan tidak enak dan kebingungan antara bertahan atau berpisah dari sesuatu hal? 


Data Buku dan Kesan Awalnya


Buku The Journey Beautiful Goodbye adalah buku kedua dalam seri The Journey. Buku ini ditulis oleh Menocrea atau yang biasa dipanggil kak Eno. Seperti buku pertamanya yang berjudul The Journey Beautiful Crossroad, buku ini tidak mempunyai sinopsis atau blurb. Buku ini tidak terdapat data bukunya karena self publish. Buku ini sedang ketebalannya karena berjumlah 308 halaman. Genrenya non fiksi semi novel karena berdasarkan pengalaman pribadi penulis tetapi gaya penulisan seperti novel subgenre slice of life dan romance. Sampul, pemilihan warna, ilustrasi awal bab, dan fontnya bagus. 


Gambaran Isi Buku


Buku The Journey Beautiful Goodbye melanjutkan kisah tokoh gue dan Jay. Pada buku sebelumnya mereka bertemu di airport, mengalami pendekatan, dan ya pergi jalan-jalan bersama di Singapura. Kali ini tokoh gue dan Jay pergi ke Vietnam dan Hong Kong. Di dua negara ini ada banyak tempat yang mereka kunjungi seperti tempat wisata ada danau serta jembatan dan juga menikmati berbagai macam wahana di taman hiburan. Ada sebuah masalah yang mereka alami dan hubungan percintaan di ujung tanduk. Akankah tokoh gue dan Jay mengalami perpisahan atau bertahan sebagai pasangan?


Kesanku setelah Membaca Buku Ini 


Buku ini terasa seperti novel padahal non fiksi. Selama aku membaca buku ini banyak istighfarnya karena seperti menonton drakor yang hot adegan romantisnya. Penulisannya lebih rapi dan jarang ada saltik seperti buku sebelumnya. Penggunaan di sudah lebih baik. Namun, tetap ada tertukar penggunaan kata namun dan tetapi. Buku kedua seri The Journey ini menurutku lebih banyak penggunaan bahasa Inggris dari buku pertamanya. Aku rasa akan relate dengan pembaca yang mengalami LDR atau punya pasangan beda kewarganegaraan. Buku ini banyak pelajaran juga tentang sudut pandang pasangan. 


Kalimat yang Kusuka dari Buku The Journey Beautiful Goodbye


- "Don't bring your past into your current relationship. Your ex and I are two different people. You don't need to fix your past mistakes in your relationship with me." Jay (tt, hlm. 68). 

- "... seseorang yang terlalu baik kadang memberikan beban tertentu untuk yang menerima kebaikan. Jadi serba salah dan kebingungan." Gue (tt, hlm. 88). 

- "Failure is not the end of everything. If you fail, you just need to get up and start your journey again." Gue (tt.103).

- "I think that's how life is ~ we have to organize our lives so that it is balanced, between work and fun." Gue (tt.118).


Buku Ini untuk Siapa?


Buku ini untuk pembaca dewasa lebih dari 21 tahun. Pas untuk di usia 25-29 tahun. Pas juga untuk yang menyukai genre slice of life dan romance. Lebih cocok dan berhubungan untuk pasangan LDR atau pasangan beda kewarganegaraan. 


Sekian ulasan kali ini. Sampai bertemu insyaallah di postingan berikutnya. 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

#mulaimenulisdiblog




Minggu, 06 Juli 2025

Review Buku Tenang, Kamu Cuma Cemas - Ade Riyadi

  Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mereview buku yang berjudul Tenang, Kamu Cuma Cemas Tak Semua Kecemasanmu Jadi Kenyataan karya Ade Riyadi. Berikut foto bukunya:



QOTD

Apakah kamu sering merasa cemas dan overthinking? Apakah hal-hal yang kamu pikirkan saat cemas dan overthinking datang? 


Data Buku dan Kesan Awalnya

Buku Tenang, Kamu Cuma Cemas Tak Semua Kecemasanmu Jadi Kenyataan bergenre non fiksi pengembangan diri yang ditulis oleh Ade Riyadi. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Buku Abdi tahun 2025. Ketebalannya sedang dengan 238 halaman. Sampul depan, tulisan, dan kata-kata penting bagus karena benar-benar menenangkan kecemasan. 


Gambaran Isi Buku

Buku Tenang, Kamu Cuma Cemas Tak Semua Kecemasanmu Jadi Kenyataan menjelaskan tentang segala kecemasan. Ada kecemasan bidang hubungan romantis, kehidupan sosial, dan masa depan. Pada bagian hubungan romantis juga membahas tentang cemas seperti insecure, LDR, hingga memilih pasangan. Pada bagian kehidupan sosial membahas tentang kecemasan pertemanan hingga status sosial. Bagian masa depan membahas pengambilan keputusan serta ekspektasi. 


Kesanku setelah Membaca Buku Ini

Kesanku setelah membaca buku ini adalah bagus banget bukunya karena lengkap pembahasannya. Selain itu, selama membaca buku ini, aku merasa ditenangkan gitu. Banyak banget yang berhubungan rasanya dengan kecemasanku. Setelah membaca buku ini rasanya aku lebih tenang aja gitu. Banyak kata-kata penting yang dibuat khusus sebuah halaman dengan ilustrasi yang menarik. Secara font tulisan bagus, tetapi tidak untuk penulisan. Ada banyak kesalahan penggunaan namun dan tetapi.


Buku Ini untuk Siapa?

Buku ini untuk orang yang suka membaca genre non fiksi pengembangan diri. Buku ini cocok juga untuk orang yang sedang mengalami berbagai kecemasan dalam hidup tentang hubungan romantis, kehidupan sosial, serta masa depan. 


Sekian ulasan kali ini. Sampai bertemu insyaallah di postingan selanjutnya. 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

#mulaimenulisdiblog 

Minggu, 11 Mei 2025

Review Buku Menjadi Pribadi Tahan Banting - Haidar Musyafa

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mereview buku yang berjudul MENJADI PRIBADI TAHAN BANTING karya Haidar Musyafa. Berikut foto bukunya:


QOTD

Apakah kamu pernah merasakan putus asa dan ingin menyerah saja? Apakah kamu ingin menemukan semangat hidupmu atau bangkit? 


Data Buku dan Kesan Awalnya

Buku MENJADI PRIBADI TAHAN BANTING bergenre non fiksi pengembangan diri ini ditulis oleh Haidar Musyafa. Buku ini diterbitkan oleh Syalmahat Publishing tahun 2021. Ketebalannya sedang karena jumlah halamannya 233 halaman. Sampul dan isinya bagus menggambarkan tentang meraih tujuan serta membentuk pribadi yang kuat tahan banting. 

Gambaran Isi Buku

Buku MENJADI PRIBADI TAHAN Banting menjelaskan tentang langkah-langkah agar menjadi tangguh dalam kehidupan dan tidak mudah menyerah serta putus asa. Ada tentang mengetahui kepribadian, mengubah kebiasaan buruk menjadi baik, serta membentuk pola pikir. Ada juga tentang membuat visi dan misi. Selain itu, ada tentang membuat diri lebih positif dan produktif. 


Kesanku setelah Membaca Buku Ini

Buku ini pilihan katanya baik. Penjelasannya bagus. Namun menurutku kurang rapi dalam spasinya jadi agak berkurang kenyamanan membacanya. Ada yang tanpa spasi atau terlalu dekat jadi terkesan bersambung tulisannya. Ada juga spasinya terlalu jauh antar katanya. Buku ini cukup rinci menjelaskannya serta ya jleb buatku karena sedang di posisi hampir menyerah dengan masalah-masalah yang kuhadapi. 


Buku Ini untuk Siapa?

Buku ini cocok untuk kamu yang suka membaca buku bergenre non fiksi pengembangan diri. Buku ini cocok juga untuk kamu yang sedang putus asa atau ingin menyerah serta hilang arah dalam menjalankan kehidupan. 

Sekian ulasan kali ini. Sampai bertemu insyaallah di postingan selanjutnya. 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

#mulaimenulisdiblog

Selasa, 25 Maret 2025

Review Novel Secrets of the Tulip Sisters karya Susan Mallery

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat datang di Augina Putri's Blog. Kali ini aku akan mengulas novel yang sudah selesai kubaca yaitu Secrets of the Tulip Sisters karya Susan Mallery. Berikut foto bukunya:


QOTD


Apakah kamu menyukai bunga? Kalau iya, bunga apa yang kamu suka? 


Data Novel dan Kesan Awalnya


Novel Secrets of the Tulip Sisters ditulis oleh Susan Mallery dan diterbitkan tahun 2017 versi aslinya. Novel ini kemudian diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan diterbitkan tahun 2019 oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Novel ini ketebalannya sedang karena berjumlah 384 halaman. Genrenya romantis, fiksi, dan keluarga. Sampul depan dan ilustrasi bagus. Font dan kertas kurang baik karena tembus ke belakang tulisannya. 


Gambaran Isi Novel 


Novel Secrets of the Tulip Sisters menceritakan Kelly Murphy yang ingin hidup tenang di desa Tulpen Crossing sebagai petani tulip. Namun, tiba-tiba sosok seseorang yang ia sukai di masa lalu dan membuatnya sedih, Griffith Burnett, kembali ke kota. Di sisi lain, adiknya yang bernama Olivia serta ibunya telah berpisah dengannya juga kembali. Kelly menghadapi kegalauan dan rahasia yang ia pendam terancam terkuak.


Kesanku setelah Membaca Novel Ini


Trigger warning untuk yang korban atau punya pengalaman kena selingkuh atau fwb. Banyak adegan hubungan intimnya. Rating usia sekitar 17/21 plus. Meskipun begitu, ada banyak pelajaran tentang kehidupan keluarga, persahabatan, percintaan, dan pekerjaan. Gaya bahasa mudah dipahami dan ceritanya mengalir. 


Kalimat yang Kusuka di Novel Secrets of the Tulip Sisters


- "... kuharap kau membuat lompatan dari teman ke lebih dari sekadar teman," Helen (dalam Mallery, 2019, hlm. 63).

- "Kalau benar-benar yakin kau salah, kau harus memberitahunya dan meminta maaf. Kalau kau membuat keputusan terbaik mengingat situasi dan kondisi waktu itu, berdamailah dengan dirimu sendiri," Helen (dalam Mallery, 2019, hlm. 102). 

- "Dikirim pergi mengajarkan bahwa satu-satunya orang yang bisa dipercayainya adalah diri sendiri," Olivia (dalam Mallery, 2019, hlm. 112). 

- "Rahasia membuat keadaan rumit. Kau harus ingat apa yang dapat atau tidak dapat kaukatakan. Sulit untuk waspada terus," Kelly (dalam Mallery, 2019, hlm. 248).

- "Mencintai seseorang yang tidak balas mencintaimu, sama-sama bagus sekaligus mengenaskan," Kelly (dalam Mallery, 2019, hlm. 464). 

- "Kalau kau mencintainya, kau harus memberitahunya. Tidak memberitahunya takkan melenyapkan cintamu atau merendahkanmu," Olivia (dalam Mallery, 2019, hlm. 466-467). 


Novel Ini untuk Siapa?

 

Novel ini untuk dewasa di atas 17 atau 21 tahun. Pas untuk yang suka genre fiksi dan romantis. Novel ini pas untuk pembaca yang single maupun punya pasangan. 

 

Sekian ulasan kali ini. Sampai bertemu insyaallah di postingan berikutnya. 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

#mulaimenulisdiblog